Jusuf Hamka Mundur dari Partai Golkar dan Pilkada 2024: “Saya Tidak Akan Kembali ke Politik”

BITVonline.com - Senin, 12 Agustus 2024 03:20 WIB

JAKBAR  -Pada Senin, 12 Agustus 2024, Jusuf Hamka, seorang pengusaha tol dan anggota Dewan Penasihat Partai Golkar, mengumumkan keputusan penting untuk mundur dari partai politik yang telah ia geluti sejak 1969. Keputusan ini disampaikan bersamaan dengan mundurnya Airlangga Hartarto dari posisi Ketua Umum Golkar. Jusuf Hamka akan menyerahkan surat pengunduran dirinya secara resmi kepada DPP Golkar di Slipi, Jakarta Barat, hari ini.

Keputusan Mundur dan Alasan di Baliknya

Jusuf Hamka mengungkapkan bahwa keputusannya untuk mundur tidak hanya terkait dengan situasi internal partai, tetapi juga merupakan keputusan pribadi yang mendalam. Dalam keterangannya, ia menjelaskan bahwa meski telah lama menjadi bagian dari Golkar, perubahan dalam dinamika politik dan karakter orang-orang di sekitarnya telah mempengaruhi keputusan ini. “Salah satu alasan adalah karakter yang saat ini sudah tidak dimiliki oleh sebagian orang yang ambisius,” ungkap Hamka. Ia menambahkan bahwa loyalitas dan integritas yang ia pegang teguh seolah semakin sulit ditemukan dalam lingkungan politik saat ini.

Hamka, yang dikenal akrab dengan sapaan Babah Alun, menyatakan bahwa ia tidak akan kembali ke dunia politik. “Betul (tidak kembali ke politik),” ucapnya saat dihubungi. Pernyataan ini menggarisbawahi komitmennya untuk meninggalkan arena politik dan fokus pada kegiatan lain di luar politik.

Refleksi dan Masa Depan

Jusuf Hamka juga menuturkan bahwa dirinya akan kembali ke khittah sebagai Bunda Theresa, sebuah pendekatan hidup yang menurutnya lebih sesuai dengan nilai-nilai pribadi dan visi masa depannya. Hamka menilai bahwa karakter dan prinsip yang dia junjung selama ini tidak sejalan dengan perubahan yang terjadi di partai dan dunia politik secara umum.

Dia mencatat bahwa hubungan personal dan dukungan kepada teman-temannya juga menjadi salah satu pertimbangan dalam keputusannya. “When my best friends is hurt, I hurt. When my best friends is sad I would be sad. When my best friends is bullied, I stand by him. no matter what,” jelas Hamka, menunjukkan kedalaman emosional dan prinsip yang ia pegang dalam kehidupan politik dan sosialnya.

Konteks dan Dampak Keputusan

Keputusan Jusuf Hamka untuk mundur datang pada saat yang signifikan, yaitu bersamaan dengan mundurnya Airlangga Hartarto sebagai Ketua Umum Golkar. Langkah ini menandai perubahan besar dalam struktur kepemimpinan partai dan kemungkinan perubahan arah strategi politik Golkar ke depan. Dengan mundurnya Hamka, Golkar kehilangan salah satu tokoh senior yang telah berkontribusi lama dalam partai tersebut.

Hamka, yang selama ini juga dikenal sebagai pengusaha sukses di bidang tol, memilih untuk mengalihkan fokus dari politik ke kegiatan lainnya yang lebih pribadi dan mungkin lebih sesuai dengan nilai-nilai pribadinya. Langkah ini juga dapat menjadi momentum bagi Golkar untuk merefleksikan dan menilai kembali arah serta strategi mereka dalam menghadapi Pilkada 2024 dan tantangan politik mendatang.

Dengan demikian, keputusan Jusuf Hamka untuk mundur tidak hanya merupakan langkah pribadi, tetapi juga dapat mempengaruhi dinamika politik di Golkar dan memberikan dampak yang signifikan dalam konteks politik nasional.

(N/014)

Editor
:
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Pemerintahan

Jimly Asshiddiqie Usulkan Indonesia Tangguhkan Keanggotaan Board of Peace Usai Serangan AS-Israel ke Iran

Pemerintahan

Kasus Kekerasan Anak Masih Tinggi, Pemprov Sumut Gandeng LPSK Perkuat Perlindungan Saksi dan Korban

Pemerintahan

Menaker Yassierli Tinjau Posko THR dan BHR 2026, Pastikan Hak Pekerja Terpenuhi Jelang Idul Fitri

Pemerintahan

Ada Pembiaran Pelanggaran Pengelolaan MBG, Abyadi: Belum Ada SPPG Diproses Hukum

Pemerintahan

Aceh Terima Tambahan Rp10,65 Triliun untuk Penanganan Daerah Terdampak Bencana

Pemerintahan

Janji Jokowi untuk Masyarakat Dayak: Dayak Center Segera Dibangun di IKN