JABAR –Keputusan Anies Baswedan untuk tidak mencalonkan diri dalam Pilgub Jawa Barat (Jabar) 2024 mengejutkan banyak pihak. Juru bicara Anies, Sahrin Hamid, memberikan penjelasan resmi mengenai alasan di balik keputusan tersebut dalam sebuah konferensi pers di markas tim pemenangan Anies, Jalan Brawijaya, Jakarta Selatan, Kamis malam.
Perbedaan Aspirasi dan Waktu yang Terbatas
Sahrin Hamid menyampaikan bahwa alasan utama Anies Baswedan tidak maju dalam Pilgub Jabar adalah perbedaan dinamika politik dan aspirasi antara Jakarta dan Jawa Barat. Menurut Sahrin, di Jakarta, Anies sudah menerima dukungan yang kuat dari warga dan partai politik jauh sebelum batas waktu pendaftaran Pilkada. Sebaliknya, di Jabar, aspirasi untuk mencalonkan Anies baru muncul dalam waktu yang relatif singkat.
“Bahwa memang dilihat dari hanya ada satu alasan yang bisa kami sampaikan, perbedaan antara Jawa Barat dan Jakarta. Kalau di Jakarta ada aspirasi dari warga maupun dari partai politik; di Jawa Barat itu baru hari ini,” kata Sahrin.
Pertimbangan dan Komunikasi Internal
Lebih lanjut, Sahrin menjelaskan bahwa keputusan tersebut merupakan hasil pertimbangan matang yang melibatkan komunikasi intensif dengan Anies Baswedan. Meskipun alasan utama yang disampaikan adalah perbedaan waktu dan aspirasi, Sahrin menambahkan bahwa akan ada pertimbangan lainnya yang mungkin akan dijelaskan oleh Anies di kemudian hari.
“Sehingga itu menjadi salah satu pertimbangan. Tentunya pertimbangan lainnya akan disampaikan Mas Anies,” imbuhnya.
Dinamika Menjelang Penutupan Pendaftaran
Keputusan Anies Baswedan untuk tidak maju di Pilgub Jabar menjadi sorotan terutama menjelang batas waktu pendaftaran yang ditutup pada pukul 23.59 WIB. Pada detik-detik terakhir menjelang penutupan pendaftaran, isu mengenai kemungkinan Anies dipasangkan dengan Ono Surono sempat mencuat. Hal ini diungkapkan oleh Bendahara DPC PDIP Kota Bandung, Folmer Siswanto, yang menyebutkan bahwa pasangan ini memiliki kemungkinan sebesar 95 persen.
Namun, meskipun spekulasi tersebut beredar luas, Anies Baswedan dan tim pemenangannya tidak memberikan konfirmasi lebih lanjut mengenai hal itu. Sahrin Hamid menggarisbawahi bahwa keputusan Anies untuk tidak maju di Pilgub Jabar telah dipertimbangkan secara mendalam, dan fokus utama saat ini adalah melanjutkan tugas dan komitmen politik yang ada di Jakarta.
Tanggapan Terhadap Isu Politik
Keputusan Anies Baswedan ini tentunya memengaruhi dinamika politik di Jawa Barat, terutama dalam konteks persaingan Pilgub yang semakin ketat. Meskipun Anies tidak maju, tim pemenangannya dan para pendukung tetap fokus pada upaya-upaya strategis lainnya untuk memastikan keberhasilan mereka di arena politik yang ada.
Sahrin Hamid menutup pernyataannya dengan mengungkapkan harapan agar keputusan ini dapat diterima dengan baik oleh semua pihak terkait dan mengingatkan bahwa Anies Baswedan akan tetap menjalankan peran dan tanggung jawabnya dalam kapasitas yang sudah ada.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai Pilgub Jabar dan perkembangan politik terkini, simak berita-berita terbaru di media terpercaya dan terus ikuti update dari tim pemenangan Anies Baswedan.
(N/014)