JAKARTA – Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas resmi menunjuk Sunanto, yang lebih dikenal sebagai Cak Nanto, sebagai juru bicara serta Tenaga Ahli Kementerian Agama. Penunjukan ini diumumkan melalui akun Instagram resmi Kemenag pada Jumat (30/8/2024), menandai babak baru dalam kolaborasi keduanya di dunia politik dan pemerintahan.
Kementerian Agama mengungkapkan rasa syukur dan memberikan ucapan selamat kepada Cak Nanto melalui postingan tersebut. “Selamat dan sukses atas pengangkatan Bapak Sunanto sebagai Tenaga Ahli dan Juru Bicara Menteri Agama. Semoga selalu diberi kelancaran dan amanah dalam menjalankan tugasnya,” demikian keterangan dalam postingan Instagram Kemenag.
Penunjukan Cak Nanto sebagai juru bicara dan tenaga ahli Menag membawa serta kenangan lama tentang hubungan profesional dan pribadi antara Yaqut dan Cak Nanto. Keduanya memiliki sejarah panjang dalam organisasi kepemudaan di Indonesia. Yaqut Cholil Qoumas pernah menjabat sebagai Ketua Umum GP Ansor, sedangkan Cak Nanto memimpin Pemuda Muhammadiyah sebagai Ketua Umum.
Yaqut Cholil Qoumas yang kini menjabat sebagai Menteri Agama di bawah pemerintahan Presiden Joko Widodo, sebelumnya telah membangun reputasi sebagai tokoh terkemuka dalam dunia organisasi kepemudaan. Cak Nanto, di sisi lain, melanjutkan karier politiknya dan berperan signifikan dalam Pemilu 2024, serta kini memegang peran strategis di Kemenag.
Penunjukan ini dinilai penting dalam konteks komunikasi dan advokasi kebijakan Kemenag. Sebagai juru bicara, Cak Nanto diharapkan dapat memberikan informasi yang akurat dan transparan mengenai kebijakan dan program-program Kemenag kepada publik. Selain itu, perannya sebagai tenaga ahli akan memberikan kontribusi berharga dalam pengembangan dan implementasi kebijakan di kementerian.
Dengan pengalaman luas Cak Nanto dalam organisasi kepemudaan dan politik, diharapkan ia dapat memperkuat tim komunikasi Kemenag dan membantu menyukseskan berbagai inisiatif kementerian dalam pelayanan publik dan pembangunan umat. Penunjukan ini juga menjadi cerminan dari sinergi dan kerjasama antara tokoh-tokoh berpengaruh dalam pemerintahan dan organisasi masyarakat.
(K/09)