MEDAN – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution mengajak kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) berperan aktif melindungi anak-anak dari bahaya narkoba dan perundungan atau bullying. Menurutnya, keluarga memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan menjaga masa depan generasi muda.
Pesan tersebut disampaikan Bobby saat menghadiri puncak peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 Tahun 2026 tingkat Provinsi Sumut yang diselenggarakan Tim Penggerak (TP) PKK Sumut di Hotel Grand Mercure, Kamis (22/10/2026).
Bobby menekankan bahwa ibu memiliki peran besar dalam mendidik dan memberikan teladan kepada anak. Karena itu, ia meminta kader PKK turut memperkuat ketahanan keluarga agar anak-anak terhindar dari penyalahgunaan narkoba.
Baca Juga: Serahkan Penghargaan KILAS 2026 kepada Sembilan Daerah di Sumut, Kahiyang Ayu Dorong Keluarga Jadi Benteng Perlindungan Anak dari Kekerasan Seksual "Ibu-ibu PKK adalah sekolah pertama untuk anak-anak. Kuncinya berada pada ibu-ibu. Mereka akan mencontoh apa yang ibu perbuat, ibu katakan. Karena itu saya titip anak-anak agar tidak terjerat dari segala jenis Narkoba. Saat ini Sumut masih peringkat satu Narkoba," ucap Bobby.
Ia menambahkan, keluarga yang sehat, terdidik, mandiri, dan sejahtera merupakan fondasi penting bagi pembangunan Sumut. Menurutnya, peran keluarga perlu diperkuat melalui pelaksanaan 10 Program Pokok PKK yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Program tersebut mencakup berbagai bidang, mulai dari kesehatan, pendidikan anak, ketahanan pangan keluarga, pemberdayaan ekonomi, hingga peningkatan kepedulian sosial. Bobby menilai program-program itu perlu terus disesuaikan dengan perkembangan zaman agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Bobby juga mendorong pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk mendukung pelaksanaan 10 Program Pokok PKK. Menurutnya, penggunaan teknologi digital dapat menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan relevansi dan efektivitas program dalam menghadapi kebutuhan masyarakat.
"Kalau bisa, boleh seluruh program 10 Program Pokok PKK ini ada satu tambahan output yang bisa disepakati bersama, khususnya PKK Sumut dan daerah. Saat ini kita hidup di zaman digital, tentang bagaimana penggunaan AI yang saat ini begitu massif," ujarnya.
Menurut Bobby, pemanfaatan teknologi perlu diarahkan agar mendukung penguatan keluarga dan pencapaian visi Indonesia Emas 2045. Penerapannya juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat sehingga teknologi dapat memberikan manfaat nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, Ketua TP PKK Sumut Kahiyang Ayu mengatakan PKK merupakan mitra strategis pemerintah dalam mendukung pelaksanaan program prioritas di tingkat pusat, provinsi, hingga kabupaten dan kota. Menurutnya, upaya pembangunan tersebut perlu dimulai dari penguatan ketahanan keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat.
Kahiyang menyebut peringatan HKG PKK ke-54 menjadi momentum untuk menyatukan visi dan memperkuat sinergi seluruh jajaran PKK, mulai dari tingkat provinsi, kabupaten dan kota, kecamatan, hingga desa dan kelurahan. Kader Dasawisma juga dinilai memiliki peran penting karena berhubungan langsung dengan masyarakat.
"Gerakan masif ini bertujuan untuk meneguhkan kembali pelaksanaan 10 Program Pokok PKK agar berjalan selaras, adaptif, dan secara nyata mendorong keberhasilan program pembangunan yang dicanangkan oleh pemerintah pusat maupun daerah," kata Kahiyang.