JAKARTA – Sebanyak 75 persen responden mengaku merasa stres terhadap berbagai kebijakan pemerintah selama dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Selain itu, 67 persen responden menyatakan stres terhadap perilaku Presiden Prabowo.
Temuan tersebut merupakan hasil survei Center of Economic and Law Studies (CELIOS) bersama Kabinet Bayangan yang dirilis secara daring pada Minggu, 11 Oktober 2026.
Baca Juga: Bupati Deli Serdang Nonaktifkan 2 Kabag Sekretariat DPRD, Ini Penyebabnya Peneliti CELIOS, Bhima Yudhistira, mengatakan hasil survei tersebut menunjukkan adanya tekanan yang dirasakan masyarakat terhadap kebijakan pemerintah maupun perilaku kepala negara.
"Jawabannya adalah 75 persen merasa stres dengan kebijakan pemerintah, dan secara spesifik 67 persen stres dengan perilaku Prabowo Subianto," ujar Peneliti CELIOS, Bhima Yudhistira, dalam pemaparannya.
Survei itu juga mencatat persoalan ekonomi sebagai salah satu masalah yang paling mendesak untuk ditangani pemerintah.
Sebanyak 78 persen responden menilai tingginya harga kebutuhan pokok sebagai persoalan utama yang perlu segera diselesaikan.
Selain harga kebutuhan pokok, sebanyak 58 persen responden menyoroti persoalan lapangan kerja dan perlindungan tenaga kerja.
Isu penegakan hukum dan reformasi birokrasi berada di urutan berikutnya sebagai persoalan yang dinilai kritis. Sementara itu, kesehatan publik menempati posisi keempat.
Adapun persoalan bantuan sosial dan perlindungan sosial menjadi perhatian 28 persen responden.
Isu pendidikan tercatat sebesar 18 persen, sedangkan sektor energi sebesar 6 persen.
Bhima mengatakan tekanan ekonomi juga tercermin dari penilaian responden terhadap kondisi keuangan rumah tangga mereka.