MEDAN - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) mempercepat realisasi program bedah rumah sebanyak 15.011 unit pada 2026. Upaya ini dilakukan melalui koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota agar bantuan bagi masyarakat berpenghasilan rendah dapat terlaksana secara optimal.
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi Sumut, Timur Tumanggor, mengatakan program bedah rumah tersebut merupakan bagian dari Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang dilaksanakan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).
Pemprov Sumut akan segera berkoordinasi dengan dinas yang membidangi perumahan dan kawasan permukiman di setiap kabupaten/kota untuk mempercepat pelaksanaan program tersebut.
Baca Juga: Cium Pasal Selundupan Syarat Ijazah Gibran: Ahmad Doli Sebut Ketentuan PKPU Tak Pernah Dibahas DPR Hal itu disampaikan Timur saat menerima kunjungan Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian PKP, Sri Haryati, di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro, Medan, Jumat (9/10/2026).
"Kami akan segera berkoordinasi dengan Perkim kabupaten/kota. Program bedah rumah ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang luas bagi Sumut," kata Timur.
Sri Haryati menyebut Sumut mendapatkan alokasi 15.011 unit program bedah rumah pada 2026. Jumlah tersebut terbagi dalam tiga kategori wilayah, yakni 3.411 unit di kawasan permukiman, 4.505 unit di perkotaan, dan 7.065 unit di pedesaan.
Alokasi tersebut meningkat tajam dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2025, Sumut mendapatkan alokasi sebanyak 1.982 unit.
"Pada tahun 2025 Sumut mendapat alokasi program bedah rumah 1.982 unit. Naik 13.029 unit atau 657 persen tahun 2026," ujar Sri Haryati.
Menurut Sri Haryati, sebanyak 9.068 unit dari total alokasi 15.011 unit telah masuk tahap pendataan dan verifikasi. Sementara itu, unit lainnya masih membutuhkan dukungan pemerintah daerah untuk mempercepat proses realisasi.
Kementerian PKP juga akan melakukan pemantauan langsung ke sejumlah daerah, termasuk Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Kabupaten Deli Serdang, dan Kota Medan.
"Kehadiran saya di sini untuk memastikan terlaksananya program itu. Kami akan turun langsung ke daerah seperti Sergai, Deliserdang, dan Kota Medan untuk memonitor terlaksananya program itu," ucapnya.
Sri Haryati menjelaskan, setiap penerima program bedah rumah akan mendapatkan bantuan sebesar Rp 20 juta. Dana tersebut terdiri atas Rp 17,5 juta untuk membeli bahan bangunan dan Rp 2,5 juta untuk membayar upah tukang.