MEDAN – Wakil Gubernur Sumatera Utara, Surya, meminta percepatan pembangunan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat terdampak bencana diikuti penyediaan infrastruktur dan fasilitas umum.
Menurut dia, pemulihan pascabencana tidak cukup hanya dengan membangun rumah, tetapi juga harus memastikan tersedianya jalan, jembatan, dan fasilitas dasar yang menunjang kehidupan warga.
Hal tersebut disampaikan Surya dalam rapat monitoring dan evaluasi percepatan pembangunan huntap pascabencana 2025 di Sumatera.
Baca Juga: Bobby Nasution Ajukan 5 Prioritas Pembangunan Sumut ke Bappenas, RSU Haji Medan hingga Kepulauan Nias Rapat berlangsung di Kantor Gubernur Sumatera Utara, Jalan Diponegoro Nomor 30, Medan, Jumat, 9 Oktober 2026, bersama Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan serta perwakilan Aceh dan Sumatera Barat.
"Membangun kembali rumah berarti membangun kembali tempat masyarakat memulai kehidupannya, memulihkan rasa aman, serta mengembalikan harapan untuk menata masa depan. Karena itu, kita membutuhkan koordinasi yang kuat antara pemerintah pusat, daerah, kementerian/lembaga, hingga lembaga kemanusiaan," ujar Wagub Surya.
Surya mengatakan percepatan pembangunan huntap membutuhkan koordinasi antarlembaga, terutama dalam memastikan kesiapan lahan, status hukum, dan keamanan lokasi.
Pemerintah kabupaten dan kota diminta memastikan lahan yang digunakan sesuai dengan tata ruang serta terhindar dari risiko bencana berulang.
"Hunian harus memenuhi standar keselamatan serta dilengkapi akses air bersih, sanitasi, listrik, drainase, dan fasilitas pelayanan dasar. Data penerima manfaat wajib diverifikasi dan divalidasi agar bantuan tepat sasaran dan terpantau secara berkala," katanya.
Dalam rapat tersebut, Surya memaparkan pembangunan huntap di Sumatera Utara yang melibatkan pemerintah dan sejumlah lembaga.
Yayasan Buddha Tzu Chi telah membangun 1.103 unit huntap.
Rinciannya, sebanyak 441 unit berada di Kabupaten Tapanuli Selatan, 241 unit di Kota Padangsidimpuan, 200 unit di Kota Sibolga, 182 unit di Kabupaten Tapanuli Tengah, dan 103 unit di Kabupaten Tapanuli Utara.
Selain itu, Posko Bencana Provinsi Sumatera Utara telah membangun 100 unit huntap.