ASAHAN — Pemerintah Kabupaten Asahan memperkuat sistem keamanan digital pemerintahan dengan dikukuhkannya Tim Tanggap Insiden Siber (TTIS) Asahankab oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Republik Indonesia.
Pengukuhan tersebut dilakukan Kepala BSSN Letjen TNI (Purn.) Nugroho Sulistyo Budi dalam acara Pengukuhan Bersama Tim Tanggap Insiden Siber Sektor Administrasi Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Tahun 2026 di Aula dr. Roebiono Kertopati BSSN, Depok, Jawa Barat, Selasa (6/10/2026).
Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Asahan, Arbin Ariadi Tanjung, S.E., M.H., mewakili Pemkab Asahan dalam kegiatan tersebut.
Baca Juga: Pilkades Serentak Asahan Digelar di 43 Desa, Bupati Taufik: Layani Warga Tanpa Membeda-bedakan Ia menerima Surat Tanda Registrasi dan plakat TTIS Asahan dari BSSN dengan nomor 878/CSIRT.01.02/BSSN/09/2026.
Pengukuhan TTIS Asahan menjadi langkah Pemkab Asahan untuk memperkuat perlindungan terhadap sistem elektronik, data, serta layanan pemerintahan yang semakin bergantung pada teknologi digital.
TTIS Asahan diharapkan mampu meningkatkan kesiapsiagaan pemerintah daerah dalam mendeteksi, menangani, hingga memulihkan insiden keamanan siber yang berpotensi mengganggu layanan pemerintahan.
Kegiatan pengukuhan tersebut diikuti 59 tim tanggap insiden siber dari kementerian, lembaga, pemerintah daerah, serta sektor pembangunan manusia.
Dalam sambutannya, Kepala BSSN Nugroho Sulistyo Budi menegaskan bahwa keamanan siber dan persandian merupakan fondasi penting dalam transformasi digital nasional.
Pemerintahan digital, kata dia, harus dibangun secara aman, tepercaya, serta mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Nugroho juga meminta setiap TTIS mengidentifikasi aset secara menyeluruh, termasuk risiko dan ancaman yang mungkin dihadapi.
Perlindungan aset digital, menurut dia, perlu diperkuat melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penerapan standar keamanan, prinsip Security by Design, perlindungan berlapis atau defense in depth, serta Resilience by Architecture.
"Pengukuhan ini adalah awal, bukan akhir. Ketika insiden benar-benar terjadi, kecepatan penanganan oleh TTIS menjadi kunci. Untuk itu, kapabilitas TTIS harus terus kita perkuat secara bertahap dan berkelanjutan," ujar Nugroho.