TANJUNGBALAI – Pemerintah Kota Tanjungbalai menggelar pasar murah dan Gerakan Ekonomi Masyarakat melalui Pasar Murah dan IKM (GEMPAR) untuk membantu masyarakat menghadapi kenaikan harga bahan pokok.
Kegiatan tersebut berlangsung di Halaman Kantor Camat Datuk Bandar, Rabu, 7 Oktober 2026.
Kegiatan yang digelar melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Tanjungbalai itu dibuka oleh Wakil Wali Kota Tanjungbalai Muhammad Fadly Abdina.
Baca Juga: Wakil Wali Kota Tanjungbalai Turun Langsung, Korban Kebakaran Dapat Bantuan dan Uang Sewa Fadly mengatakan pasar murah merupakan bentuk kepedulian pemerintah kepada masyarakat sekaligus langkah untuk menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok.
Menurut dia, pada kuartal ketiga 2026 sejumlah komoditas pangan mengalami kenaikan harga.
Salah satunya beras medium yang naik dari Rp15.500 menjadi Rp16.000 per kilogram.
Harga beras premium juga meningkat dari Rp16.500 menjadi Rp17.000 per kilogram.
Selain beras, Fadly menyoroti harga minyak goreng Minyak Kita.
Pemerintah telah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp15.700 per liter. Namun, menurut dia, masih ditemukan penjualan di atas harga tersebut.
Pada kesempatan itu, Fadly mengajak para pengecer Minyak Kita menjual sesuai dengan harga yang telah ditetapkan pemerintah pusat.
Ia mengatakan perubahan harga juga terjadi pada sejumlah komoditas pangan lain, seperti cabai merah, bawang merah dan daging ayam.
Perubahan harga komoditas tersebut dinilai tidak selalu stabil karena dapat mengalami kenaikan maupun penurunan dalam waktu singkat.