JAKARTA — Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Syahganda Nainggolan mengakui pernah menyampaikan pendapat yang mendorong Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk mundur dari jabatannya.
Namun, Syahganda mengatakan pendapat tersebut disampaikan ketika dirinya masih berada di luar struktur pemerintahan.
Kini, setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Kepala Bakom, dia menyatakan harus menyelaraskan sikap dan pendapatnya dengan pemerintah.
Baca Juga: Jokowi Temui Prabowo di Kertanegara Saat MK Putus Perkara Gibran, Ada Apa? "Jadi yang dibuat itu adalah video-video lama saya. Memang dulu saya begitu di luar sistem pemerintahan," kata dia, Rabu (07/10/2026).
Syahganda mengatakan posisinya saat ini berbeda dengan ketika menyampaikan pendapat tersebut.
Sebagai bagian dari pemerintahan, dia menyatakan akan menjalankan tugas sesuai dengan arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
"Tapi di dalam sistem pemerintahan, otomatis saya harus sejalan dengan Bapak Presiden. Ya kan, saya enggak bisa misalkan punya ide yang beda kalau Bapak Presiden."
Syahganda mengatakan video yang kembali beredar di media sosial tersebut direkam sekitar dua pekan hingga satu bulan lalu.
Menurut dia, pernyataan dalam video itu disampaikan ketika dirinya masih berstatus sebagai warga negara yang berada di luar struktur pemerintahan.
Karena kini telah mendapatkan tugas sebagai Kepala Bakom, Syahganda memberi isyarat bahwa pendapat tersebut tidak akan lagi dilanjutkan dalam posisinya sebagai pejabat pemerintah.
Dia mengatakan seluruh sikap dan pandangannya sebagai bagian dari pemerintahan akan diarahkan untuk mendukung program serta kebijakan pemerintahan Prabowo-Gibran.
"Sebagai pemerintah, Presiden dan Wakil Presiden satu pikiran ya kan, dan kita menjalankannya. Intinya di situ," kata Syahganda.