BATU BARA — Bupati Batu Bara Dr. H. Baharuddin Siagian, S.H., M.Si., C.L.A., menegaskan pentingnya pengelolaan program dan anggaran pendidikan secara transparan dan akuntabel oleh seluruh kepala sekolah.
Penegasan itu disampaikan Baharuddin saat mengikuti kegiatan "Jaksa Sahabat Pendidik" secara daring melalui Zoom Meeting dari Aula A Kantor Bupati Batu Bara, Selasa, 6 Oktober 2026.
Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan pemangku kepentingan pendidikan.
Baca Juga: Pemkab Batu Bara Ajukan Tiga Ranperda, Mulai Penyertaan Modal hingga Penataan Perangkat Daerah Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memetakan berbagai risiko dan tantangan dalam penyelenggaraan pendidikan, sekaligus mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan kondusif di Sumatera Utara.
Dalam kegiatan itu, Bupati Batu Bara bersama Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Batu Bara turut menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) "Jaksa Sahabat Pendidik".
Kerja sama tersebut berkaitan dengan sinergi dalam mencegah penyimpangan dan gangguan dalam penyelenggaraan pendidikan di Kabupaten Batu Bara.
Kegiatan turut dihadiri Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Batu Bara, Inspektur Daerah, Ketua KKKS dan MKKS jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK, serta para kepala sekolah SD, SMP, SMA, SMK, dan SLB.
Sejumlah kepala organisasi perangkat daerah juga turut mendampingi kegiatan, di antaranya Plt. Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas PUTR, Plt. Kepala Dinas Kesehatan PPKB, serta Kepala BKAD Kabupaten Batu Bara.
Dalam arahannya melalui Zoom Meeting, Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara menekankan pentingnya perhatian bersama terhadap masa depan generasi bangsa.
Pendidikan, menurut Kejati Sumut, tidak hanya berkaitan dengan kegiatan belajar mengajar.
Pendidikan juga menyangkut pemenuhan hak, kesehatan, dan kesejahteraan anak.
"Jangan biarkan anak bangsa ini bodoh, jangan biarkan anak bangsa ini mati karena kelaparan, dan jangan biarkan anak bangsa ini sakit," ujarnya.