LABUHANBATU SELATAN — Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel), Sumatera Utara, memperkuat sistem keamanan informasi pemerintahan dengan mengukuhkan Labusel-CSIRT atau Computer Security Incident Response Team.
Pengukuhan tersebut dilakukan dalam kegiatan Pengukuhan Bersama Tim Tanggap Insiden Siber (TTIS) Sektor Administrasi Pemerintahan dan Pembangunan Manusia serta Cyber Incident Exchange Forum (CIEF) Tahun 2026.
Kegiatan berlangsung di Aula dr. Roebiono Kertopati BSSN, Jalan Raya Muchtar No. 70, Bojongsari, Kota Depok, Jawa Barat.
Baca Juga: Jaksa Sahabat Pendidik Hadir di Labusel, Pemkab dan Kejari Perkuat Sinergi Pendidikan Dalam kegiatan tersebut, Bupati Labuhanbatu Selatan Fery Sahputra Simatupang diwakili Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Labuhanbatu Selatan, M. Iqbal Nasution.
Dengan pengukuhan ini, Labusel-CSIRT resmi menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Selatan dalam memperkuat keamanan siber di lingkungan pemerintahan.
Labusel kini memiliki Tim Tanggap Insiden Siber (TTIS) yang bertugas menangani dan merespons berbagai potensi maupun insiden keamanan siber yang dapat mengganggu sistem pemerintahan.
Keberadaan Labusel-CSIRT diharapkan meningkatkan kesiapsiagaan pemerintah daerah dalam menghadapi ancaman siber.
Tim tersebut juga diharapkan mampu memperkuat perlindungan terhadap data dan sistem informasi pemerintahan.
Kepala Dinas Kominfo Labusel M. Iqbal Nasution mengatakan pengukuhan Labusel-CSIRT menjadi langkah penting bagi pemerintah daerah dalam membangun tata kelola pemerintahan yang semakin aman, terutama di tengah meningkatnya penggunaan teknologi digital dalam pelayanan publik.
"Dengan adanya Labusel-CSIRT, kita memiliki tim yang secara khusus menangani dan merespons insiden keamanan siber. Ini bagian dari komitmen kita untuk menjaga keamanan data dan sistem informasi Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Selatan," ujarnya.
Melalui penguatan Labusel-CSIRT, Pemkab Labusel berkomitmen meningkatkan kemampuan sumber daya manusia, koordinasi, dan respons terhadap insiden keamanan siber.
Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung penyelenggaraan pemerintahan digital di Labuhanbatu Selatan yang aman, terlindungi, dan terpercaya.* (ad)