MEDAN - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution menegaskan kolaborasi lintas instansi menjadi kunci dalam pengelolaan berbagai program strategis di Sumut. Sinergi pemerintah pusat, daerah hingga tingkat desa dinilai diperlukan agar program dapat berjalan efektif.
Hal itu disampaikan Bobby saat menerima audiensi peserta Praktik Kerja Dalam Negeri (PKDN) Peserta Didik Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) Polri Dikreg ke-36 Tahun 2026 di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Nomor 30, Medan, Selasa (6/10/2026).
"Apapun programnya, apakah itu dari pusat, provinsi, kabupaten, kota, bahkan sampai tingkat desa, pasti kita lakukan kolaborasi bersama-sama. Tidak ada satu program pun yang akan sukses penuh tanpa dijalankan bersama," ujar Bobby.
Baca Juga: Pacu UMKM Pangan Tembus Pasar Ekspor, Pemprov Sumut & BBPOM Bagikan 10 Ribu Sertifikat Halal Gratis Bobby mencontohkan penanganan bencana banjir bandang dan tanah longsor di Sumut yang menurutnya dapat berjalan efektif berkat kekompakan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), TNI, Polri dan Kejaksaan.
Menurutnya, sinergi antarinstansi juga diperlukan dalam mendukung sejumlah program strategis lain, termasuk ketahanan pangan dan pengembangan Food Estate.
Bobby mengatakan Sumut memiliki posisi strategis sebagai salah satu produsen pangan terbesar nasional. Karena itu, berbagai pihak perlu berkolaborasi untuk mendukung program swasembada pangan dan pengembangan kawasan Food Estate.
Selain sektor pangan, Bobby menyoroti pentingnya peran TNI dan Polri dalam menjaga stabilitas keamanan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei. Menurutnya, keamanan yang terjaga menjadi bagian penting dalam memberikan kepastian hukum serta kenyamanan bagi investor.
"Bukan hanya menjanjikan kepada investor, tetapi memastikan saat mereka masuk ke sini ada kepastian hukum dan keamanan yang terjaga dengan baik," tegas Bobby.
Sementara itu, Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri Irjen Pol Rakhmad Setyadi mengatakan kunjungan PKDN Sespimti Polri ke Sumatera Utara bertujuan mempelajari kepemimpinan strategis daerah dalam mengelola program strategis nasional.
"Tujuan utama kami di Sumut adalah belajar kepada Pak Gubernur mengenai kepemimpinan daerah dalam mengelola program nasional, khususnya terkait ketahanan pangan melalui Food Estate, hilirisasi, serta pengelolaan investasi di KEK Sei Mangkei," kata Rakhmad.
Rakhmad menjelaskan peserta PKDN terdiri dari perwira menengah dan tinggi Polri, TNI serta Kejaksaan. Para peserta dipersiapkan menjadi calon pimpinan masa depan yang diharapkan memahami sinergi dalam tata kelola pemerintahan pusat dan daerah.
Rangkaian kegiatan PKDN Sespimti Polri di Sumatera Utara dijadwalkan berlangsung hingga Jumat mendatang.