MEDAN — Air mata kebahagiaan tak terbendung membasahi pipi Nurbaini, 50 tahun, warga Jalan Air Bersih No. 68, Kecamatan Medan Kota.
Janda lima anak itu terharu melihat rumah yang selama puluhan tahun ditempatinya kini berubah menjadi hunian yang lebih layak.
Rumah kayu yang sebelumnya lapuk, beratap bocor dan berdinding papan kini tengah memasuki tahap akhir pembangunan melalui program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Pemerintah Kota Medan.
Baca Juga: Ngeyel! Usai Pecat 4 Pekerja Sepihak, SPPG Medan Tembung 3 Nekad Beri Susu Terlarang BGN ke Anak-Anak Selama bertahun-tahun, Nurbaini harus bertahan dalam kondisi rumah yang serba terbatas.
Selain atap yang bocor dan dinding papan yang semakin lapuk, fasilitas kamar mandi dan sumur juga tidak memadai.
Ia bahkan kerap tidur beralaskan semen di area tempat berjualan.
"Tadinya rumah saya ya sudah hancurlah. Dindingnya papan, sudah bocor-bocor," kenang Nurbaini menahan tangis saat ditemui usai peninjauan.
Perjalanan Nurbaini untuk mendapatkan rumah layak huni tidak mudah. Proposal pengajuan bedah rumah yang diajukannya sempat tiga kali gagal.
"Tiga kali gagal. Digagalkan orang supaya rumah ini jangan pernah terbangun. Sampai saya sakit-sakit dipikirkan orang," ucapnya sambil mengusap air mata yang tak henti menetes.
Meski sempat putus asa, Nurbaini tetap berdoa agar keluarganya bisa memiliki tempat tinggal yang lebih baik.
Harapannya kini mulai terwujud setelah rumah tersebut dibangun melalui program RTLH Pemko Medan.
"Alhamdulillah, saya kepingin punya rumah yang baik, yang pakai keramik. Hanya bisa berdoa sama Allah, dan akhirnya doa saya dijawab. Terima kasih banyak untuk Pak Wali Kota Medan Rico Waas" ungkapnya penuh rasa syukur.