KISARAN — Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin membuka secara resmi Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik LP3KD Kabupaten Asahan 2026.
Kegiatan tersebut berlangsung di halaman SMA Panti Budaya Kisaran, Sabtu, 3 Oktober 2026.
Pembukaan Pesparani turut dihadiri Plt. Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Asahan, perwakilan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Asahan, Kabag Umum, Kabag Protokol, pengurus LP3KD Kabupaten Asahan, para pastor, Dewan Pastoral Paroki, peserta, serta umat Katolik.
Baca Juga: Pengurus Al Washliyah Medan 2026–2031 Dilantik, Rico Waas Dorong Hadirkan Program yang Menjawab Kebutuhan Masyarakat Ketua Panitia Pesparani Katolik Kabupaten Asahan, Manosor Simanullang, menyampaikan terima kasih kepada Bupati Asahan dan rombongan yang hadir sekaligus memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.
Menurut Manosor, Pesparani bukan sekadar perlombaan paduan suara atau seni gerejani.
Kegiatan tersebut menjadi wadah untuk menumbuhkan iman, mengembangkan talenta, mempererat persaudaraan, serta membangun kerukunan.
"Melalui tema Berjalan dalam Harmoni, Mewartakan Kasih dalam Satu Irama, kita diajak untuk menyadari bahwa setiap orang memiliki suara dan karakter yang berbeda. Namun, apabila semua suara disatukan dalam semangat kebersamaan, maka perbedaan tersebut justru dapat menghasilkan harmoni yang indah," ujarnya.
Pesparani Kabupaten Asahan 2026 diikuti sekitar 250 peserta.
Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kehidupan iman dan rohani umat Katolik, mengembangkan bakat dan talenta dalam seni dan musik gerejani, serta mempererat persaudaraan umat Katolik.
Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Pesparani Katolik Kabupaten Asahan 2026.
Ia berharap kegiatan tersebut memberikan dampak positif bagi kehidupan umat Katolik di Kabupaten Asahan.
Menurut Taufik, Pesparani tidak semata-mata merupakan pertandingan.