MEDAN – Banjir masih menjadi persoalan yang dikeluhkan warga Kelurahan Beringin, Kecamatan Medan Selayang.
Tahun lalu, air bercampur lumpur bahkan masuk ke rumah warga hingga merusak harta benda.
Persoalan tersebut kembali menjadi perhatian Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas saat menggelar kegiatan Sapa Warga di Jalan Sari Rejo, Gang Sarena, Kelurahan Beringin, Sabtu (3/10/2026).
Baca Juga: Rocky Gerung Ungkap Peran Wantimpres: Olah Persepsi Publik agar Sejalan dengan Presiden Didampingi Pj Sekretaris Daerah Kota Medan Erfin Fahrurrazi, pimpinan perangkat daerah dan Camat Medan Selayang Huznul Hafiz Rambe, Rico mendengarkan langsung keluhan warga sekaligus membahas sejumlah langkah penanganan.
Rico mengingat kembali kondisi Kelurahan Beringin ketika banjir besar terjadi pada tahun lalu.
Saat datang pada 29 November, kata dia, lumpur menggenangi permukiman mulai dari mata kaki hingga hampir sepinggang.
Bahkan, terdapat rumah warga yang hanya menyisakan bagian pintu setelah diterjang banjir.
"Pemerintah harus hadir. Tapi tidak mungkin hanya bertahan saja, harus dicarikan solusinya. Harus ada solusinya," tegas Rico Waas.
Menurut Rico, persoalan utama berada pada aliran air di Lingkungan 5 dan 6 yang berada seperti di kawasan cekungan.
Sejumlah parit dinilai belum mampu menampung debit air ketika permukaan Sungai Babura mengalami kenaikan.
Pemko Medan kemudian mengkaji pembangunan drainase dari Jalan Saudara menuju Sungai Babura.
Selain itu, terdapat rencana pembangunan crossing menuju sungai sebelum jembatan arah Polonia.