SIAK – Bupati Siak Afni Zulkifli tak kuasa menahan tangis saat mengunjungi Dusun Mungkal, wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) di Kabupaten Siak, Riau, Jumat, 2 Oktober 2026.
Air mata Afni mengalir saat melihat kondisi tiga keluarga guru yang harus tinggal bersama dalam satu rumah kayu yang sudah reot.
Rumah tersebut menjadi gambaran kondisi guru yang mengabdi di pelosok Siak.
Baca Juga: Menuju Jakarta 500 Tahun: Mampukah Jadi Kota Global Tanpa Meninggalkan Warganya? Di tengah keterbatasan listrik dan fasilitas dasar, para guru tetap bertahan mendidik anak-anak yang tinggal jauh dari pusat pemerintahan.
"Kita sama-sama tinggal di daerah yang kaya," kata Afni dengan suara bergetar.
Keprihatinan Afni tidak berhenti pada kondisi tempat tinggal para guru.
Ia juga melihat langsung kondisi anak-anak sekolah di Dusun Mungkal yang harus menempuh perjalanan hampir dua jam untuk pergi dan pulang sekolah.
Tidak adanya bus sekolah membuat para siswa harus menggunakan kendaraan yang tersedia.
Mereka bahkan harus berdesakan dan sebagian berdiri di bak kendaraan truk.
Kondisi tersebut kembali membuat Afni menangis.
"Saya baru jadi Bupati, baru satu tahun. Masih banyak rakyat kami yang masih seperti ini. Pusat tak tahu kita menderita seperti ini," kata Afni berurai air mata.
Afni mengatakan, selama ini persoalan yang dihadapi masyarakat di pelosok lebih banyak ia terima melalui laporan.