MEDAN – Pemerintah Kota Medan tengah mengembangkan sistem pemerintahan digital yang memungkinkan masyarakat mengakses layanan publik melalui WhatsApp.
Sistem tersebut akan memanfaatkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk memahami kebutuhan warga dan mengarahkan mereka ke layanan yang sesuai.
Pengembangan sistem ini dilakukan Pemko Medan melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) sebagai tindak lanjut arahan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas.
Baca Juga: Refleksi Rido Hermawan: Ketika Manusia Terpisah dari Dirinya dan Alam Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Medan Arrahmaan Pane mengatakan, konsep pemerintahan digital tersebut dirancang dengan mengintegrasikan berbagai sistem pelayanan pemerintah.
Dengan begitu, masyarakat tidak perlu mengetahui perangkat daerah mana yang menangani suatu layanan.
"Konsep pemerintahan digital ini adalah penggabungan, integrasi seluruh aplikasi. Jadi warga tidak perlu lagi bertanya, kantor mana yang harus didatangi," kata Arrahmaan saat menjadi narasumber talkshow "Literasi Digital dan Pemanfaatan AI" di Aula Universitas Harapan Medan, Jumat (2/10/2026).
Talkshow tersebut merupakan kerja sama Pemko Medan melalui Dinas Komunikasi dan Informatika dengan Universitas Harapan Medan.
Kegiatan itu menjadi bagian dari rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB).
Acara dimoderatori Liza Novita dan turut dihadiri Wakil Rektor II Bidang Administrasi dan Keuangan Universitas Harapan Medan, Assoc. Prof. Dr. Suginam, S.E., M.Ak.
Di hadapan mahasiswa baru, Arrahmaan menjelaskan masyarakat nantinya cukup menyampaikan pertanyaan atau kebutuhan layanan melalui WhatsApp.
Sistem berbasis AI akan membaca maksud pertanyaan tersebut.
Selanjutnya, AI mengarahkan warga ke jenis layanan yang sesuai, sementara proses administrasi dilakukan oleh sistem pemerintahan di belakangnya.