MEDAN - Sebanyak 29 dari 33 kabupaten/kota di Sumatera Utara (Sumut) mendapat dana tambahan Transfer ke Daerah (TKD). Berdasarkan data per 18 September 2026, tingkat realisasi anggaran tersebut berbeda-beda di setiap daerah, dengan Kabupaten Labuhanbatu tercatat sebagai daerah dengan realisasi tertinggi.
Data tersebut dirilis Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Aceh, Sumut dan Sumbar. Dana tambahan TKD tersebut dialokasikan untuk mendukung berbagai program pemulihan dan pembangunan daerah.
"Per 18 September 2026, sejumlah kabupaten/kota telah mulai merealisasikan anggaran TKD Tambahan yang dialokasikan untuk mendukung berbagai program pemulihan dan pembangunan daerah," demikian keterangan Satgas PRR yang dikutip dari unggahannya, dikutip Kamis (24/9/2026).
Baca Juga: Kadin Minta 'Karpet Merah' Investasi, Pemprov Sumut Kebut Infrastruktur dan Dorong UMKM Naik Kelas Dari 33 kabupaten/kota di Sumut, terdapat empat daerah yang tidak mendapatkan dana tambahan TKD. Keempatnya yakni Kabupaten Toba, Nias Barat, Mandailing Natal dan Labuhanbatu Selatan.
Sementara itu, 18 kabupaten/kota tercatat telah merealisasikan lebih dari 15 persen dana tambahan TKD. Kemudian dua kota berada pada kisaran realisasi 5-15 persen, sedangkan sembilan kabupaten/kota masih memiliki realisasi di bawah 5 persen.
Kabupaten Labuhanbatu menjadi daerah dengan realisasi tertinggi. Daerah tersebut mendapat anggaran tambahan TKD sebesar Rp81,3 miliar dengan realisasi mencapai Rp36,8 miliar.
Sebaliknya, Kabupaten Batu Bara menjadi daerah dengan realisasi terendah. Dari anggaran sebesar Rp166 miliar, baru Rp500 juta yang terealisasi hingga 18 September 2026.
Berikut daftar dana tambahan TKD dan realisasinya di 29 kabupaten/kota Sumut:
1. Kabupaten Labuhanbatu Anggaran Rp81,3 miliar, realisasi Rp36,8 miliar.
2. Kabupaten Simalungun Anggaran Rp412,9 miliar, realisasi Rp148,1 miliar.
3. Kabupaten Dairi Anggaran Rp120,3 miliar, realisasi Rp37,5 miliar.
4. Kabupaten Deli Serdang Anggaran Rp493,9 miliar, realisasi Rp153,7 miliar.