MEDAN — Penyaluran bantuan sosial atau bansos berupa beras sebanyak 30 kilogram di Kelurahan Helvetia, Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan, diprotes sejumlah warga.
Video yang memperlihatkan protes tersebut kemudian viral di media sosial.
Dalam video yang beredar, sejumlah warga terlihat terlibat adu mulut dengan petugas yang sedang menyalurkan bantuan beras.
Baca Juga: Sepasang Kekasih Diduga Jadi Pemasok Vape Narkoba Jaringan Malaysia di Medan, 295 Pod Disita Persoalan tersebut disebut mencuat karena adanya warga yang mempertanyakan ketepatan data penerima bantuan.
Salah seorang warga berinisial DS mengaku tidak mendapatkan bantuan meski merasa masuk dalam kategori masyarakat yang layak menerima.
DS juga mempertanyakan adanya warga yang menurutnya masih tergolong mampu, termasuk pensiunan aparatur sipil negara (ASN), tetapi tercatat sebagai penerima bantuan.
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengatakan persoalan tersebut akan dievaluasi.
Ia menyebut pemutakhiran data penerima bantuan sosial perlu dilakukan secara berkala agar bantuan diberikan kepada masyarakat yang memang membutuhkan.
"Ini memang harus dievaluasi terus-menerus. Karena memang itulah butuhnya data-data yang terakhir ini, Perlinsos ini kita ambil satu persatu. Jangan sampai nanti ini kan sudah cukup lama ya, kita berbicara tentang bagaimana pemutakhiran data kita, sehingga masyarakat yang benar-benar yang membutuhkan inilah yang mendapat. Jangan sampai lagi yang salah," ujar Rico saat diwawancarai, Rabu (23/9/2026).
Rico mengatakan Pemerintah Kota Medan akan meminta Dinas Sosial memperjelas data masyarakat yang berhak menerima bantuan.
Menurut dia, ketepatan data menjadi bagian penting dalam penyaluran bansos agar bantuan tidak diberikan kepada masyarakat yang kondisi ekonominya sudah berubah.
"Memang Dinsos di sini harus bisa menjelaskan benar, siapa yang sebenarnya harus bisa mendapatkan (bansos). Ya kami akan memberikan teguran secara langsung apabila ada bantuan-bantuan yang tidak tepat sasaran," ungkapnya.