LANGKAT- Anggota DPRD Sumatera Utara (Sumut) Salmon Sumihar Sagala mendesak Dinas Bina Marga, Bina Konstruksi dan Cipta Karya (BMBKCK) Sumut segera memperbaiki ruas jalan provinsi yang menghubungkan Karo-Langkat. Sebagian badan jalan di kawasan Kebun Durian, Desa Telagah, Kabupaten Langkat, dilaporkan amblas dan mengancam kelancaran akses kendaraan.
Salmon mengatakan kondisi jalan tersebut perlu segera ditangani karena kerusakan semakin mengganggu aktivitas masyarakat. Dia khawatir akses transportasi terputus apabila badan jalan kembali mengalami longsor.
"Ini menjadi warning bagi Pemprov Sumut dan Pemkab Langkat, jangan sampai arus transportasi terputus," kata Salmon, Selasa (22/9/2026).
Baca Juga: Disentil Soal DBH Medan Baru Cair 30 Persen, DPRD Sumut Pasang Badan Buat Bobby Nasution Menurut Salmon, badan jalan di kawasan tersebut telah mengalami amblas atau longsor sejak beberapa bulan lalu. Kerusakan disebut terjadi akibat badan jalan tergerus aliran air.
Kondisi jalan yang semakin menyempit membuat pengguna kendaraan harus lebih berhati-hati saat melintas. Situasi tersebut dinilai semakin berisiko bagi kendaraan roda empat dan masyarakat yang menggunakan jalur tersebut setiap hari.
Salmon menyebut kondisi jalan tersebut sebelumnya telah mendapat perhatian dari pemerintah. Gubernur Sumut Bobby Nasution bersama Bupati Langkat Tiorita Br Surbakti bahkan disebut telah meninjau langsung lokasi kerusakan.
Namun, Salmon mengatakan hingga kini belum terlihat pekerjaan perbaikan permanen di titik tersebut. Dia menyebut masyarakat, termasuk anak sekolah yang menggunakan akses tersebut, masih menghadapi risiko saat melintas.
Karena khawatir akses jalan terputus, masyarakat Desa Telagah dan sekitarnya disebut berinisiatif membuat jembatan darurat menggunakan batang pohon kelapa. Upaya tersebut dilakukan agar kendaraan, terutama roda empat, masih dapat melewati lokasi yang mengalami kerusakan.
Salmon mengapresiasi inisiatif masyarakat tersebut. Menurutnya, gotong royong warga menunjukkan kepedulian terhadap keselamatan pengguna jalan sekaligus menjaga agar aktivitas sehari-hari tetap berjalan.
"Kita salut kepada masyarakat Desa Telagah dan sekitarnya yang masih memiliki rasa peduli dan kemanusiaan. Mereka kompak bergotong royong memperbaiki badan jalan yang longsor guna menghindari jatuhnya korban saat melintas di kawasan itu," ujarnya.
Dia menilai perbaikan secara swadaya masyarakat hanya dapat menjadi solusi sementara. Menurut Salmon, jalan tersebut perlu diperbaiki secara permanen oleh pemerintah karena kerusakannya berkaitan dengan struktur badan jalan dan ancaman longsor akibat gerusan air.
"Kita berharap adanya gerak cepat dari Dinas BMBKCK Sumut melakukan penanganan terhadap badan jalan yang amblas, termasuk memperkuat struktur jalan dan mengantisipasi kembali terjadinya longsor akibat gerusan air," katanya.