MEDAN - Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim menjadi narasumber dalam podcast eksklusif Tribunnews Medan bertajuk "Jumpa Tengah", Jumat (11/9/2026). Dalam podcast tersebut, Mahyaruddin membahas berbagai program dan langkah Pemerintah Kota Tanjungbalai selama sekitar 1 tahun 7 bulan masa kepemimpinannya.
Podcast tersebut mengangkat tema "Tanjungbalai Emas, Dari Kota Klasik ke Modern Yang Berkualitas". Mahyaruddin diwawancarai Manajer Liputan atau Koordinator Liputan Tribun Network/Tribunnews, T Agus Khaidir.
Selama sekitar satu jam, pembahasan mencakup berbagai hal yang telah dilakukan Pemko Tanjungbalai, termasuk penataan kota, pembangunan infrastruktur dan peningkatan pelayanan publik.
Baca Juga: Pintu Utama Lintas Laut ke Malaysia Wali Kota Tanjungbalai Desak Layanan Imigrasi Diperkuat Usai mengikuti podcast, Mahyaruddin mengaku terkesan dengan kesempatan tersebut. Dia juga mengapresiasi sambutan dari pimpinan umum Harian Tribun Medan Setiawan beserta jajaran.
"Alhamdulillah, hari ini merupakan pengalaman baru dan pertama hadir dalam podcast, apalagi di salah satu media besar di Tanah Air, Tribunnews Medan. Saya senang sekali bertemu dengan para jajaran yang menyambut baik kehadiran kami dari Pemerintah Kota Tanjungbalai," kata Mahyaruddin.
Dalam podcast itu, Mahyaruddin mengatakan Pemko Tanjungbalai saat ini fokus melakukan penataan kota agar lebih rapi, bersih dan indah. Penataan tersebut menjadi salah satu upaya untuk mengurangi kesan kumuh di sejumlah kawasan.
Menurut dia, berbagai inovasi daerah juga terus didorong bersamaan dengan pembangunan infrastruktur secara berkelanjutan dan peningkatan kualitas layanan publik.
"Saya saat ini fokus melakukan penataan kota yang lebih rapi, bersih, indah dan tentunya jauh dari kesan kumuh. Banyak hal yang saat ini telah dilakukan dan menjadi fokus kami bagaimana Kota Tanjungbalai lebih tertata dan rapi kotanya, di samping kami juga melakukan pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan dan peningkatan layanan publik kepada masyarakat," ujarnya.
Mahyaruddin menyadari masih terdapat keterbatasan dalam pembangunan daerah. Namun, dia mengajak seluruh pihak tetap optimistis dengan memanfaatkan potensi yang dimiliki Kota Tanjungbalai.
"Saya tadi bercerita banyak hal, kita akui keterbatasan itu, tapi kita tidak boleh pesimis, tapi harus optimis. Optimistis itu dengan memanfaatkan semua potensi yang ada untuk kita jadikan motivasi untuk membawa kota ini lebih baik dari sebelumnya sebagaimana visi menuju Tanjungbalai EMAS (Elok, Maju, Agamais dan Sejahtera)," kata Mahyaruddin.
Dia menambahkan masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan ke depan. Pemko Tanjungbalai berharap dukungan masyarakat dan seluruh elemen daerah agar proses pembenahan kota dapat dilakukan secara bertahap.
"Kedepannya, masih banyak pekerjaan rumah yang harus kita lakukan, mudah-mudahan dengan dukungan semua pihak dan seluruh elemen masyarakat, secara perlahan kita akan memperbaikinya," pungkasnya.