MEDAN - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengapresiasi inisiatif Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution yang mempertemukan 10 gubernur se-Sumatera untuk memperkuat kolaborasi pembangunan di Pulau Sumatera.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) yang digelar di Medan, Sumatera Utara. Bobby yang bertindak sebagai moderator atau chair dalam pertemuan tingkat gubernur Indonesia, Malaysia, dan Thailand turut mengundang para gubernur se-Sumatera untuk bertukar gagasan mengenai pembangunan kawasan.
Tito mengatakan pertemuan tersebut menghasilkan sejumlah gagasan mengenai kerja sama antarprovinsi, kabupaten, dan kota. Menurutnya, setiap daerah di Sumatera memiliki keunggulan yang dapat saling melengkapi.
Baca Juga: Belum Jelas Penyebabnya, Bobby Nasution Buka Opsi Pengobatan Tradisional untuk Siswa Keracunan MBG di Karo "Tadi kita mendengar masukan dari rekan-rekan gubernur, ide-ide di antaranya untuk saling bekerja sama antarprovinsi, kabupaten, kota, karena masing-masing memiliki keunggulan-keunggulan yang bisa saling mengisi," kata Tito usai rapat koordinasi gubernur se-Sumatera dalam rangkaian IMT-GT di Hotel JW Marriott Medan, Rabu (9/9/2026).
Dalam rapat tersebut, para gubernur juga menyampaikan berbagai konsep pembangunan yang dapat dilakukan secara terintegrasi antardaerah. Pemerintah pusat, kata Tito, mendukung gagasan yang dapat memperkuat konektivitas dan pertumbuhan ekonomi.
"Ada ide untuk membuat semacam konsep pembangunan terintegrasi kawasan khusus, kawasan atau region Sumatera. Nggak masalah, nanti dalam rangka untuk konsep besar ya, tentang konektivitas, pembangunan ekonomi, tentang pembangunan di bidang misalnya pangan, energi, dan lain-lain," ujarnya.
Tito menegaskan pemerintah pusat akan mendukung konsep pembangunan yang bersifat positif dan saling memperkuat dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Menurut Tito, Pulau Sumatera memiliki potensi besar, baik dari sisi sumber daya alam maupun sumber daya manusia. Sekitar 22% populasi Indonesia disebut berada di Pulau Sumatera.
Selain potensi demografi, posisi geografis Sumatera juga dinilai strategis karena berada di jalur Samudra Hindia dan Selat Malaka. Kondisi tersebut, menurut Tito, membuka peluang bagi pelabuhan-pelabuhan di Sumatera untuk dikembangkan sebagai hub yang terhubung dengan berbagai kawasan dunia.
"Kalau bisa dimanfaatkan dan dimaksimalkan, Sumatera ini di samping bermanfaat bagi Sumatera sendiri, juga akan mendorong pertumbuhan daerah dan memberikan kontribusi bagi perekonomian nasional," pungkas Tito.
Pertemuan para gubernur se-Sumatera tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat koordinasi pembangunan lintas wilayah, terutama dalam bidang konektivitas, pangan, energi, dan pengembangan ekonomi.* (dh)