Jokowi Serahkan 10 Nama Capim dan Cadewas KPK kepada DPR untuk Proses Selanjutnya

BITVonline.com - Rabu, 02 Oktober 2024 03:03 WIB

JAKARTA -Proses seleksi pimpinan dan dewan pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memasuki tahap baru. Presiden Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan akan menyerahkan masing-masing 10 nama calon pimpinan (capim) dan calon dewan pengawas (cadewas) KPK kepada DPR. Penyerahan ini dilakukan setelah sebelumnya para calon berhasil melewati tahap wawancara dan tes kesehatan.

Wakil Ketua Panitia Seleksi (Pansel) KPK, Arif Satria, mengungkapkan hal tersebut dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Sekretariat Negara. “Kami pada akhirnya memutuskan untuk mengirim 10 nama capim dan 10 nama cadewas kepada Pak Presiden, dan alhamdulillah Pak Presiden akan meneruskan nama-nama tersebut ke DPR,” ujar Arif.

Proses Seleksi Lanjutan

Setelah penyerahan nama-nama tersebut, DPR akan melanjutkan proses dengan melakukan fit and proper test terhadap para calon. Ketua Pansel KPK, Muhammad Yusuf Ateh, juga menyampaikan bahwa nantinya Komisi III DPR akan memilih masing-masing lima nama untuk ditetapkan sebagai pimpinan KPK dan komisioner Dewan Pengawas KPK periode 2024–2029.

“Nanti Bapak Presiden serahkan ke DPR, dan kemudian Komisi III DPR akan memilih lima,” jelas Ateh, menegaskan pentingnya proses seleksi yang ketat untuk memastikan pemimpin KPK yang baru mampu menjalankan tugasnya dengan baik.

Kriteria Seleksi yang Ketat

Dalam proses seleksi ini, Arif mengungkapkan bahwa pihaknya menggunakan tiga kriteria utama untuk menyaring 10 nama capim dan 10 cadewas KPK. Kriteria tersebut adalah integritas, kapabilitas, dan akseptabilitas. “Reputasi dan kepercayaan publik juga menjadi salah satu pertimbangan dalam penentuan,” katanya.

Proses penetapan kriteria tersebut melibatkan masukan dari berbagai kalangan, termasuk akademisi, pebisnis, dan organisasi masyarakat sipil (CSO). Hal ini bertujuan untuk menampung aspirasi masyarakat mengenai sosok ideal yang diperlukan untuk memimpin KPK dan menjadi Dewan Pengawas.

“Kami mengundang berbagai pihak untuk memberikan pandangan tentang sosok yang diharapkan dapat menjalankan tugas dan fungsi sebagai pimpinan KPK dan cadewas,” ucap Arif.

Rekam Jejak Calon Diperhatikan

Pansel KPK juga memperhatikan rekam jejak para calon melalui masukan dari berbagai instansi pemerintah yang berwenang. Arif menegaskan bahwa masukan dari masyarakat merupakan komponen penting yang tidak diabaikan dalam proses seleksi ini. Hal ini mencerminkan upaya pansel untuk memilih calon yang tidak hanya kompeten, tetapi juga memiliki integritas yang tinggi.

Daftar Nama Capim dan Cadewas KPK

Setelah melalui proses seleksi yang ketat, berikut adalah daftar lengkap 10 nama capim KPK yang telah disampaikan kepada Presiden Jokowi:

Capim KPK:

Agus Joko PramonoAhmad Alamsyah SaragihDjoko PoerwantoFitroh RohcahyantoIbnu Basuki WidodoIda BudhiatiJohanis TanakMichael Rolandi Cesnanta BrataPoengky IndartiSetyo Budiyanto

Cadewas KPK:

Benny Jozua MamotoChisca MirawatiElly FarianiGusrizalHamdi HassyarbainiHeru Kreshna RezaIskandar MzMirwaziSumpenoWisnu BarotoHarapan untuk KPK yang Lebih Baik

Dengan dilakukannya proses seleksi ini, harapan untuk KPK yang lebih baik di masa mendatang semakin besar. Masyarakat menantikan sosok-sosok yang tidak hanya mampu menjalankan fungsi pemberantasan korupsi, tetapi juga mampu mengembalikan kepercayaan publik terhadap lembaga antirasuah ini.

Proses selanjutnya di DPR akan menjadi momen krusial dalam menentukan masa depan KPK. Publik berharap agar pemimpin dan pengawas yang terpilih dapat memberikan kontribusi nyata dalam upaya memberantas korupsi di Indonesia.

(N/014)

Editor
:
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Pemerintahan

Petani Tebu Usulkan Gula Masuk Bantuan Pangan, Ini Jawaban Pemerintah

Pemerintahan

KPK Tak Ajukan Banding atas Vonis 4,5 Tahun Immanuel Ebenezer, Ini Alasannya

Pemerintahan

Jawab Tuntutan Mahasiswa, Istana: MBG Tak Akan Dihentikan

Pemerintahan

Bukan Rupiah! Ini Deretan Mata Uang yang Pernah Beredar di Sumatera Utara

Pemerintahan

Bukan Karena Kelangkaan, Pemprov Sumut Sebut Antrean Panjang di SPBU Dipicu Panic Buying: Stok BBM Aman

Pemerintahan

Pemprov Sumut Perketat Pengawasan Harga Pangan, Siap Gelar Operasi Pasar Jika Harga Melonjak