TANJUNGBALAI – Belajar tidak selalu harus berlangsung di dalam kelas.
Pengalaman melihat langsung lingkungan dan memahami persoalan di sekitar juga dapat menjadi pelajaran bagi generasi muda.
Hal itu menjadi bagian dari kegiatan sosialisasi bahaya narkoba yang digelar Dewan Pimpinan Cabang Generasi Anti Narkotika Nasional (DPC GANN) Kota Tanjungbalai bekerja sama dengan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tanjungbalai Asahan, Kamis, 3 September 2026.
Baca Juga: Harlah Kejaksaan RI ke-81, Wali Kota Mahyaruddin Dorong Sinergi dan Penegakan Hukum Berkeadilan Kegiatan yang berlangsung di Aula Lapas Kelas IIB Tanjungbalai Asahan tersebut ditujukan kepada masyarakat, khususnya remaja dan pelajar, untuk memberikan pemahaman mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Wali Kota Tanjungbalai Muhammad Fadly Abdina.
Hadir pula Kepala Lapas Kelas IIB Tanjungbalai Asahan Refin Tua Simanullang beserta jajaran, Ketua DPC GANN Tanjungbalai Novasari Br Ginting, serta para pelajar.
Dalam keynote speaker-nya, Muhammad Fadly Abdina menegaskan bahwa narkoba merupakan ancaman nyata bagi generasi muda.
Menurut dia, tantangan generasi saat ini bukan lagi menghadapi penjajahan bersenjata, melainkan menghadapi bentuk penjajahan modern seperti narkoba yang dapat merusak generasi muda secara perlahan.
"Untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045, generasi muda harus sehat, cerdas, dan bebas dari narkoba. Ia menekankan bahwa pendidikan menjadi kunci utama menghadapi bonus demografi di masa depan," jelasnya.
Fadly mengatakan pembangunan sumber daya manusia menjadi bagian penting dari tanggung jawab pemerintah.
Pembangunan tidak hanya dilakukan melalui infrastruktur fisik, tetapi juga melalui penguatan lingkungan sosial dan pendidikan.
"Pemerintah tidak hanya membangun infrastruktur fisik, tapi juga infrastruktur sosial. Sekolah ini adalah bagian dari upaya kita membangun SDM yang tangguh, sehat lahir dan batin, serta bebas dari narkoba," sebut Fadly.