MEDAN — Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution mendorong peningkatan program insentif sertifikasi halal gratis bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Bobby Nasution mengusulkan jumlah penerima insentif dinaikkan dari 1.000 menjadi 5.000 UMKM setiap tahun.
Menurut Bobby, langkah tersebut diperlukan untuk memperkuat ekosistem industri halal sekaligus meningkatkan daya saing produk UMKM Sumatera Utara di pasar nasional maupun global.
Baca Juga: Pendaftaran Perlinsos Medan Baru 37 Persen, Rico Waas Minta Kepling hingga Camat Jemput Bola Usulan itu disampaikan Bobby saat menghadiri Sumut Halal Fest 2026 di Halaman Parkir Belakang Kantor Gubernur Sumut, Rabu, 26 Agustus 2026.
Bobby Nasution mengatakan jumlah UMKM yang telah memiliki sertifikasi halal masih jauh dibandingkan total pelaku UMKM di Sumatera Utara.
Dari sekitar 1,4 juta pelaku UMKM, baru sekitar 100 ribu yang telah memiliki sertifikasi halal.
"Ada 1.000 sertifikasi halal yang diberikan kepada pelaku UMKM tahun ini. Ini sebenarnya dibilang besar, ya lumayan. Kalau dibilang kecil sudah pasti kecil. Dari 1,4 juta pelaku UMKM di Sumut, sekitar 100.000-an yang punya sertifikasi halal. Masih ada PR 1,3 jutaan lagi yang harus disertifikasi halal. Karena itu, saya minta ditambah minimal setahun 5.000 UMKM diberi insentif halal gratis mulai tahun depan," usul Bobby Nasution.
Bobby menilai permintaan terhadap produk dan industri halal terus berkembang.
Kondisi tersebut dinilai menjadi peluang bagi UMKM Sumatera Utara untuk memperluas pasar.
"Industri halal dan produk halal semakin diminati masyarakat, baik nasional maupun global. Karena itu, kita perlu terus meningkatkan sertifikasi halal bagi UMKM di Sumatera Utara agar semakin banyak produk unggulan daerah yang memenuhi standar halal, memiliki daya saing, dan dapat menjadi penggerak perekonomian Sumatera Utara," ujarnya.
Menurut Bobby Nasution, sertifikasi halal bukan hanya berkaitan dengan pemenuhan ketentuan, tetapi juga dapat meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk yang dihasilkan pelaku usaha.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumut Ameriza M Moessa mengatakan pengembangan ekonomi syariah memiliki potensi besar untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara.