MEDAN — Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution menyiapkan bantuan permodalan senilai Rp50 miliar bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pada 2027.
Anggaran itu ditujukan untuk memperkuat usaha sekaligus mendorong pertumbuhan wirausaha baru di Sumatera Utara.
Bobby Nasution menyampaikan rencana tersebut saat menghadiri Bursa Wirausaha Unggulan yang digelar Universitas Sumatera Utara (USU) di Auditorium USU, Medan, Kamis, 20 Agustus 2026.
Baca Juga: Sinkhole Membesar, Pemkab Aceh Tengah Targetkan Relokasi Warga Pondok Balik Akhir Desember 2026 Acara itu turut dihadiri Menteri UMKM Maman Abdurrahman, Wakil Kepala BRIN Amarulla Octavian, Rektor USU Muryanto Amin, serta ratusan pelaku UMKM dan mahasiswa.
Kegiatan tersebut mengusung tema "Berani Mulai, Bertumbuh, dan Siap Berdampak".
Bobby mengatakan Sumatera Utara memiliki sekitar 1,4 juta unit UMKM.
Berdasarkan data Dinas Koperasi dan UMKM Sumut, rasio kewirausahaan di provinsi itu mencapai 4,1 persen.
Sebanyak 98,9 persen di antaranya merupakan usaha mikro dan kecil.
Menurut Bobby Nasution, pemerintah masih menghadapi pekerjaan rumah untuk mendorong masyarakat masuk ke dunia usaha.
Ia menyebut jumlah angkatan kerja Sumut mencapai lebih dari 8 juta orang.
"Angkatan kerja kita sebesar 8 juta lebih (data BPS Sumut 8,16 juta orang), dan dari jumlah itu sekitar 5% belum masuk dunia kerja atau usaha. Dan ini PR (pekerjaan rumah) kami. Makanya dengan program peningkatan dan pengembangan UMKM ini, berbagai pihak turut serta mendorong upaya menyejahterakan masyarakat, membuka lapangan pekerjaan, tentu kami sangat berterima kasih. Karena upaya ini memang butuh kolaborasi bersama," katanya.
Bobby Nasution mengatakan sektor kuliner dan pariwisata menjadi dua kekuatan utama Sumatera Utara.