SIKKA- Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) meninjau kesiapan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT). Dalam kunjungannya, Zulhas meminta pengelola tidak mengurangi menu maupun standar gizi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya bagi anak-anak di wilayah tertinggal, terdepan dan terluar (3T).
Sidak tersebut dilakukan untuk mempercepat pengoperasian SPPG di wilayah 3T sekaligus melihat langsung kendala yang masih dihadapi di lapangan. NTT menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian pemerintah dalam percepatan pelaksanaan program MBG.
"Tolong jangan dikurang-kurangi menunya. Tidak boleh mengurangi ketentuan dan tidak boleh mengurangi gizi yang sudah standar dalam MBG," kata Zulhas dalam keterangan tertulis, Kamis (20/8/2026).
Baca Juga: Merawat Luka Batin Penyintas Bencana NTT: Langkah Nyata Wapres Gibran Gandeng Mahasiswa UI Hadirkan Trauma Healing di Lokasi Pengungsian Menurut Zulhas, percepatan pengoperasian SPPG di wilayah 3T merupakan keputusan pemerintah untuk memastikan program MBG berjalan merata dan tepat sasaran. Selain NTT, kebijakan tersebut juga mencakup wilayah Maluku dan Papua.
"Memang sudah keputusan rapat yang saya pimpin dua minggu yang lalu, 3T, NTT seluruhnya, Maluku seluruhnya, Papua seluruhnya," ujarnya.
Zulhas menyebut penataan dilakukan terhadap 8.617 SPPG di daerah terpencil. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.703 SPPG berada di wilayah 3T.
Program tersebut diarahkan untuk mempercepat peningkatan pemenuhan gizi masyarakat, termasuk mendukung upaya penurunan angka stunting di daerah yang masih memiliki prevalensi tinggi.
Khusus di NTT, tercatat ada 1.123 pengajuan SPPG wilayah 3T. Dari jumlah tersebut, sebanyak 170 SPPG telah tervalidasi dan dinyatakan siap beroperasi.
Pemerintah memberikan perhatian khusus terhadap NTT karena berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, wilayah tersebut masih menghadapi persoalan stunting. Sejumlah daerah seperti Timor Tengah Selatan, Sumba Barat Daya dan Timor Tengah Utara tercatat memiliki prevalensi stunting yang tinggi.
Dalam kunjungan tersebut, Kemenko Pangan meninjau SPPG Sikka Munerana yang menjadi salah satu unit yang dinyatakan siap beroperasi. SPPG tersebut ditargetkan melayani kurang dari 1.000 penerima manfaat MBG setiap hari.
Pemerintah berharap percepatan operasional SPPG di wilayah 3T dapat memastikan anak-anak di daerah terpencil memperoleh makanan bergizi dengan standar yang sama seperti penerima manfaat di wilayah lainnya.
Zulhas juga menegaskan pemerataan layanan tidak boleh diikuti dengan pengurangan kualitas maupun jumlah menu MBG. Standar gizi tetap harus menjadi acuan dalam pelaksanaan program di seluruh wilayah Indonesia.* (k/dh)