MEDAN — Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) mendorong budaya menabung dan literasi keuangan ditanamkan sejak usia dini.
Kebiasaan mengelola uang secara bijak dinilai penting untuk membentuk karakter sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi generasi muda.
Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya saat menghadiri Puncak Hari Indonesia Menabung di Sekolah Rakyat Terintegrasi 2, Jalan Flamboyan, Kota Medan, Rabu (19/8/2026).
Baca Juga: Masyarakat Desil 9 dan 10 Dilarang Beli BBM Subsidi, Bahlil: Jangan Ambil Hak Rakyat! Surya mengatakan Hari Indonesia Menabung tidak semestinya hanya menjadi kegiatan seremonial.
Menurut dia, momentum tersebut perlu dimanfaatkan untuk membangun kebiasaan anak-anak dalam mengelola keuangan sejak dini.
"Menabung mungkin terlihat sederhana, tetapi dari kebiasaan itulah tumbuh sikap disiplin, tanggung jawab, kesabaran, dan kemampuan merencanakan masa depan. Menabung tidak perlu menunggu uang banyak, bisa dimulai dari jumlah kecil secara rutin," ujar Surya.
Surya menyebut hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 yang disusun Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan indeks literasi keuangan nasional mencapai 66,46 persen.
Sementara indeks inklusi keuangan berada di angka 80,51 persen.
Menurut Surya, tingginya akses masyarakat terhadap layanan keuangan harus disertai pemahaman yang cukup.
Literasi keuangan penting agar masyarakat, termasuk generasi muda, tidak mudah terjebak penipuan, investasi bodong, maupun pinjaman ilegal.
Pemprov Sumut juga mengapresiasi capaian Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Sumut.
Sepanjang 2025, program tersebut berhasil merealisasikan 3.516 rekening pelajar melalui Program Siswa Teladan di 10 sekolah sasaran.