Dualisme di Kadin: Wapres Ma’ruf Amin Tegaskan Posisi Arsjad Rasjid di Tengah Kontroversi

BITVonline.com - Sabtu, 05 Oktober 2024 10:12 WIB

JAKARTA –Wakil Presiden Ma’ruf Amin baru-baru ini menyatakan dukungannya terhadap Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Arsjad Rasjid, dalam pidatonya di acara Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) pada Jumat, 4 Oktober 2024. Dalam pidatonya yang disiarkan melalui saluran YouTube resmi Wakil Presiden, Ma’ruf secara tegas menyebut Arsjad sebagai Ketua Umum Kadin, meskipun saat ini terdapat dualisme di internal asosiasi pengusaha tersebut.

“Pak Arsjad masih ketua Kadin,” ungkap Ma’ruf Amin, yang menegaskan posisi Arsjad di tengah perseteruan yang berkepanjangan antara kubu Arsjad dan kubu Anindya Bakrie. Perseteruan ini muncul setelah Munaslub yang dilaksanakan pada 14 September 2024, di mana Anindya Bakrie dinyatakan sebagai Ketua Umum Kadin periode 2024-2029, menggantikan Arsjad yang terpilih pada Munas VIII di Kendari pada 2021.

Dalam rapat pleno KNEKS yang dihadiri oleh 16 anggotanya, Ma’ruf tidak hanya menyambut Arsjad, tetapi juga menghadirkan sejumlah pejabat kementerian, termasuk Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan. Agenda utama rapat tersebut adalah membahas perkembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia. Ma’ruf menekankan pentingnya peran Kadin dalam mempromosikan pengusaha dan usaha berbasis syariah di seluruh daerah.

“Menghijrahkan, dari konvensional ke syariah. Ini tugasnya Pak Arsjad, tugasnya Kadin,” tambah Ma’ruf, menyoroti tanggung jawab Kadin dalam memfasilitasi transisi ini.

Sementara itu, perseteruan antara Arsjad dan Anindya Bakrie semakin memanas. Kubu Arsjad menilai Munaslub yang mengangkat Anindya sebagai ketua baru sebagai langkah ilegal, melanggar Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Kadin. Di sisi lain, kubu Anindya berpendapat bahwa Munaslub tersebut sah, berdasarkan permintaan para ketua umum Kadin Daerah.

Sehari sebelum pernyataan Ma’ruf, Arsjad dan Anindya juga telah bertemu dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia. Bahlil mengimbau agar perseteruan di internal Kadin tidak berlarut-larut, mengingat kedua tokoh tersebut adalah sahabat. “Mereka berdua sahabat, tapi ada tukang goreng,” ungkap Bahlil, menekankan pentingnya kedewasaan dan kerjasama dalam menyelesaikan masalah.

Melihat dinamika yang berkembang, langkah Ma’ruf Amin untuk menyatakan dukungan kepada Arsjad Rasjid menunjukkan ketegangan yang ada dalam organisasi Kadin, di mana kejelasan dan stabilitas kepemimpinan sangat dibutuhkan untuk mengarahkan pengusaha dalam menghadapi tantangan ekonomi di era yang semakin kompetitif ini. Pengusaha dan pemangku kepentingan diharapkan dapat menemukan solusi untuk menyatukan kembali Kadin demi kepentingan bersama.

Dengan kompleksitas situasi yang ada, masa depan kepemimpinan Kadin dan efektivitas organisasi ini dalam mendorong ekonomi syariah di Indonesia menjadi perhatian utama bagi banyak pihak. Bagaimana Kadin dapat bersatu dan melanjutkan program-program strategisnya di tengah ketidakpastian ini akan menjadi tantangan yang harus dihadapi oleh semua pihak terkait.

(n/014)

Editor
:
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Pemerintahan

OTT KPK di Tulungagung, Bupati Gatut Sunu Wibowo Diamankan, Sejumlah Pejabat Diperiksa

Pemerintahan

Bahlil Lahadalia Heran BBM Tak Naik Diprotes, Singgung Respons Publik: “Bingung Saya”

Pemerintahan

OTT KPK di Tulungagung, Bupati Gatut Sunu Wibowo Diamankan, Status Ditentukan 1x24 Jam

Pemerintahan

Bobby Nasution Kebut Pemulihan Tapteng, Infrastruktur dan Huntap Jadi Prioritas

Pemerintahan

Komisi III DPR Monitoring KUHP-KUHAP di Polda Aceh, Tekankan Keadilan Restoratif dan Penahanan Selektif

Pemerintahan

Heboh Wacana War Ticket Haji, Pemerintah Klaim Bisa Pangkas Antrean Tanpa Merugikan Jemaah