CCTV Sudah Diperiksa Penyidik, Anggota DPRD Tapteng Laporkan Masinton Pasaribu ke Polisi, PDIP Siap Laporkan Balik?

BITVonline.com - Selasa, 08 Oktober 2024 03:27 WIB

MEDAN -Dalam sebuah insiden yang mengguncang internal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Anggota DPRD Tapanuli Tengah, CNS, melaporkan Masinton Pasaribu ke Polrestabes Medan. Laporan tersebut menyusul dugaan tindakan kekerasan yang menyebabkan tiga kancing baju CNS terlepas saat pertemuan internal partai.

Masinton, yang merupakan calon bupati Tapanuli Tengah dari PDIP dan sebelumnya kalah dalam pemilihan legislatif, dituduh melakukan tindakan tersebut di tengah dialog yang diadakan setelah acara Rapat Kerja Daerah (Rakerdasus) PDIP di Tapanuli Tengah.

Tindakan yang Memicu Laporan

Menurut keterangan Aswan Jaya, Wakil Ketua DPD PDIP Sumut, insiden ini dianggap berlebihan dan tidak sesuai dengan fakta yang ada. Ia menegaskan bahwa pertemuan tersebut hanya merupakan dialog antar kader dan tidak seharusnya diperlakukan sebagai insiden kekerasan.

“Peristiwa itu hanya sebuah dialog antar sesama kader dan bersifat internal. Jadi, laporan yang dibuat oleh CNS adalah sesuatu yang sangat mendramatisir,” ungkap Aswan. Ia juga membenarkan adanya pertemuan antara CNS, Masinton, dan beberapa pimpinan DPD partai lainnya.

Ari Mitara Halawa, rekan CNS di DPRD Tapanuli Tengah, memberikan kesaksian bahwa saat pertemuan itu, Masinton menarik baju CNS dengan berkata, “Buka bajumu itu kalau kau tak mau tegak lurus.” Ia mengklaim bahwa akibat penarikan tersebut, tiga kancing baju CNS mengalami kerusakan.

Penyidik Memeriksa CCTV

CNS saat ini berada di Rumah Sakit Pirngadi Medan, kemungkinan untuk perawatan atau pemeriksaan medis. Video CCTV dari lokasi kejadian sudah berada di tangan penyidik Polrestabes Medan untuk membantu proses penyelidikan.

Sementara itu, tim hukum PDIP mengumumkan bahwa mereka akan melaporkan balik CNS. Aswan Jaya menilai laporan ini sebagai bentuk pengkhianatan terbuka terhadap partai.

“Ini adalah upaya sistematis dari pihak lawan untuk menjelek-jelekkan pasangan calon Masinton-Mahmud yang memperjuangkan perubahan di Tapanuli Tengah,” kata Aswan menegaskan bahwa laporan ini tidak memiliki dasar yang kuat.

Insiden ini memperlihatkan adanya ketegangan dalam internal PDIP yang dapat berpengaruh pada dinamika politik di Tapanuli Tengah menjelang pemilihan bupati. Sementara pihak kepolisian melakukan penyelidikan, masyarakat dan kader partai menantikan perkembangan lebih lanjut terkait kasus ini.

(N/014)

Editor
:
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Pemerintahan

RUU Perampasan Aset: Komisi III DPR Mulai Penyusunan Naskah Akademik

Pemerintahan

Sopir Angkutan Konvensional Bali Dapat Perlindungan, Koster Fasilitasi Kuota dan BPJS

Pemerintahan

“Aku Tersesat di Negeriku” – Fandi ABK Medan Bacakan Pledoi di Pengadilan Batam

Pemerintahan

Menperin Pastikan Indonesia Bisa Produksi Mobil Pickup Sendiri, Tak Perlu Impor

Pemerintahan

RUU Pemilu: Komisi II DPR Akan Libatkan Partai Non-Parlemen dan Stakeholders

Pemerintahan

Warkop Madina Gelar Syukuran dan Buka Bersama Masyarakat Mandailing Natal