BANDA ACEH – Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan menghadiri opening ceremony peringatan Hari Damai Aceh (HDA) ke-21 di Balai Meuseuraya Aceh, Banda Aceh, Sabtu (15/8/2026). Dalam kesempatan tersebut, Ruddi juga menerima penghargaan dari Gubernur Aceh Muzakir Manaf atas kontribusinya dalam mendukung penyelesaian konflik secara damai di Aceh.
Penghargaan tersebut diserahkan oleh Wakil Gubernur Aceh dalam rangkaian kegiatan peringatan HDA ke-21. Penghargaan diberikan atas kontribusi Kapolda Aceh dalam pelaksanaan penyelesaian konflik secara damai, menyeluruh, berkelanjutan dan bermartabat dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Baca Juga: Sambut HUT ke-81 RI, Polda Aceh Sebar 6.000 Bendera Merah Putih hingga ke Pelosok Aceh Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Joko Krisdiyanto mengatakan penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap peran kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat sekaligus mendukung keberlanjutan perdamaian Aceh.
"Penghargaan itu menjadi wujud apresiasi atas kontribusi kepolisian dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat, sekaligus mendukung keberlanjutan perdamaian Aceh melalui pendekatan yang mengedepankan komunikasi, kebersamaan, serta penyelesaian persoalan secara damai," kata Joko dalam keterangannya usai kegiatan.
Joko mengajak seluruh masyarakat Aceh untuk terus menjaga perdamaian yang telah terbangun selama ini. Menurutnya, upaya tersebut dapat dilakukan dengan memperkuat persatuan, meningkatkan kepedulian sosial serta mengedepankan penyelesaian setiap persoalan secara damai dan bermartabat.
"Peringatan HDA menjadi momentum bagi seluruh masyarakat Aceh untuk bersama-sama merawat perdamaian dengan menjaga persatuan dan kesatuan, memperkuat kepedulian sosial, serta mengedepankan penyelesaian setiap persoalan melalui cara-cara yang damai dan bermartabat dalam bingkai NKRI," ujarnya.
Menurut Joko, komitmen tersebut sejalan dengan tugas Polri untuk tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga membangun komunikasi dan rasa saling percaya dengan masyarakat.
Ia menilai hubungan yang kuat antara aparat keamanan dan masyarakat menjadi salah satu modal penting dalam menciptakan kondisi Aceh yang aman, nyaman dan harmonis.
Rangkaian peringatan HDA ke-21 kemudian ditutup dengan prosesi pelepasan merpati putih. Prosesi tersebut menjadi simbol perdamaian, harapan serta komitmen bersama untuk mempertahankan Aceh sebagai daerah yang aman dan damai.