JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menyiapkan sejumlah terobosan untuk memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat di daerah terpencil, terluar, dan tertinggal (3T). Salah satunya berupa penyediaan ambulans udara menggunakan helikopter hingga pesawat kecil, termasuk tim dokter terbang.
Rencana tersebut disampaikan Prabowo dalam pidato kenegaraan saat menyampaikan keterangan pemerintah atas Rancangan Undang-Undang (RUU) APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Prabowo mengatakan program ambulans udara disiapkan untuk mempercepat evakuasi masyarakat yang membutuhkan penanganan medis tetapi terkendala jarak dan kondisi geografis.
Baca Juga: Prabowo Patok Kemiskinan Turun ke 6%, Pengangguran Susut, dan Ekonomi Tumbuh 6% di 2027 "Untuk itu, kita juga akan membuat ambulans udara dengan helikopter dengan pesawat kecil yang bisa mendarat di lapangan-lapangan rumput, di lapangan-lapangan pasir, bisa mendarat di pinggir sungai, supaya tidak ada rakyat kita yang tidak bisa dievakuasi kalau dia sakit," ujar Prabowo.
Menurut Prabowo, masih ada masyarakat yang harus menempuh perjalanan berjam-jam untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Kondisi tersebut menjadi persoalan serius, terutama bagi warga yang membutuhkan penanganan dalam kondisi darurat.
Prabowo mencontohkan kasus ibu yang hendak melahirkan tetapi harus menempuh perjalanan panjang akibat terbatasnya akses jalan dan fasilitas kesehatan.
"Saya mendapat laporan banyak ibu-ibu yang meninggal karena harus menempuh jalan 7 jam sampai 9 jam pada saat melahirkan," kata Prabowo.
"Pada saat sudah waktu mau (melahirkan), harus 9 jam karena tidak ada jalan yang baik, karena jembatan tidak bagus. Akhirnya banyak ibu-ibu meninggal di daerah-daerah yang tidak jauh dari ibu kota," lanjutnya.
Karena itu, pemerintah dinilai perlu mencari pendekatan baru untuk mengatasi kendala geografis dan keterbatasan infrastruktur kesehatan. Ambulans udara menjadi salah satu opsi yang disiapkan pemerintah.
Prabowo bahkan mengatakan pemerintah tidak hanya akan menyiapkan sarana evakuasi, tetapi juga mempertimbangkan pengerahan tim dokter terbang untuk mendatangi langsung masyarakat yang membutuhkan pertolongan medis.
"Untuk itu, kita harus mencari terobosan inovatif. Salah satu jalan adalah ambulans udara, bahkan nanti juga tim dokter terbang. Kalau perlu, dokter yang terbang ke tempat rakyat sakit keras atau menghadapi bencana," tegasnya.
Melalui terobosan tersebut, pemerintah berharap akses pelayanan kesehatan dapat diperluas sehingga masyarakat di wilayah dengan kondisi geografis sulit tetap memperoleh pertolongan medis secara cepat, termasuk saat menghadapi keadaan darurat dan bencana.* (k/dh)