MEDAN — Sebanyak 2.788 pohon di Kota Medan terdampak pembangunan Bus Rapid Transit (BRT) Medan, Binjai, Deli Serdang (Mebidang).
Sebagai pengganti, sebanyak 61.170 batang pohon ditanam di 341 titik yang tersebar di 21 kecamatan di Kota Medan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Medan Melvi Marlabayana menyampaikan informasi tersebut dalam Sosialisasi Pembangunan BRT di Ruang Rapat III Kantor Wali Kota Medan, Selasa, 11 Agustus 2026.
Baca Juga: 24 Tahun Menanti Keadilan, Keluarga Arbi Syahputra Minta Kasus Tewas Ditembak Dibuka Kembali Kegiatan dipimpin Wali Kota Medan Rico Waas yang diwakili Asisten Administrasi Umum Setda Kota Medan Laksamana Putra Siregar dan dihadiri sejumlah pimpinan perangkat daerah terkait.
Melvi mengatakan, hingga Senin, 10 Agustus 2026, sebanyak 14.377 pohon pengganti telah ditanam.
Penanaman masih berlangsung di sejumlah lokasi yang menjadi bagian dari pembangunan BRT di Kota Medan.
"Seluruh pohon pengganti ditanam pada 341 titik lokasi yang tersebar di 21 kecamatan di Kota Medan," ujar Melvi.
Menurut Melvi, penanaman dilakukan secara bertahap di berbagai wilayah Kota Medan.
Di wilayah utara dan barat, penanaman mencakup Kecamatan Medan Belawan sebanyak 3.049 pohon, Medan Labuhan 10.140 pohon, Medan Marelan 1.438 pohon, Medan Deli 2.996 pohon, Medan Sunggal 719 pohon, serta Medan Helvetia sebanyak 2.473 pohon.
Penanaman kemudian berlanjut ke wilayah selatan dan sekitarnya.
Kecamatan Medan Selayang mendapat alokasi 5.633 pohon, sedangkan Medan Tuntungan menjadi wilayah dengan alokasi terbanyak, yakni 13.712 pohon.
Selanjutnya, Medan Johor mendapat alokasi 2.080 pohon, Medan Amplas 3.734 pohon, Medan Denai 318 pohon, dan Medan Tembung 342 pohon.