NIAS UTARA – Warga dan pihak sekolah menyambut gembira rencana Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution membangun dan memperbaiki fasilitas SD Negeri Lasara di Kabupaten Nias Utara. Sekolah tersebut saat ini masih memiliki fasilitas terbatas untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.
SD Negeri Lasara berdiri pada 2023 atas inisiatif masyarakat yang membutuhkan sekolah dasar dengan lokasi lebih dekat dari permukiman warga. Sebelumnya, anak-anak di wilayah tersebut harus menempuh perjalanan cukup jauh untuk bersekolah.
Kepala SD Negeri Lasara Fitriani Hulu mengatakan keberadaan sekolah tersebut berawal dari keinginan masyarakat agar anak-anak di sekitar permukiman tidak kesulitan mendapatkan akses pendidikan.
Baca Juga: DPRD Sumut Apresiasi Bobby Nasution Berkantor di Kepulauan Nias, Anggap Percepat Pembangunan Daerah "Pertama dulu dilatarbelakangi karena banyak siswa di sekitar ini yang berminat untuk sekolah tetapi sekolah yang ada di Desa Hiligawoni ini agak berjauhan, jadi makanya timbul niat atau minat orang tua untuk memberikan ide kepada tokoh masyarakat supaya ada sekolah yang berdekatan di sini sehingga anak-anak kita ini tidak terlantar," kata Fitriani, Jumat (7/8/2026).
Saat ini, SD Negeri Lasara memiliki 53 siswa dari kelas 1 hingga kelas 4. Namun, sekolah tersebut baru memiliki tiga ruang kelas dan bangunannya belum seluruhnya berupa bangunan permanen.
Keterbatasan ruang kelas membuat siswa kelas 1 dan kelas 2 harus belajar dalam satu ruangan yang hanya dipisahkan menggunakan tirai.
Fitriani mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan Gubernur Bobby Nasution terhadap kondisi sekolah tersebut. Dia berharap dukungan pemerintah dapat terus berlanjut.
"Kami seluruh warga SD Negeri Lasara dan saya pribadi kepala sekolah sangat senang dan bahagia atas kepedulian, atas perhatian Bapak Gubernur yang sangat luar biasa kepada kami di sekolah ini dan harapan kami semoga bantuan atau dukungan ini terus berkesinambungan," ujarnya.
Rencana pembangunan fasilitas SD Negeri Lasara juga mendapat apresiasi dari orang tua siswa. Salah satunya Yarni Hulu yang mengatakan keberadaan sekolah tersebut sangat membantu masyarakat sekitar.
Yarni menyebut sebelum SD Negeri Lasara berdiri, anak-anak harus berjalan kaki hingga sekitar dua jam untuk mencapai sekolah lain.
"Oh kalau di jarak rumah dengan sekolah SD yang selain ini itu ada dua jam perjalanan, jalan kaki," kata Yarni.
Kondisi ekonomi masyarakat yang mayoritas terbatas juga menjadi salah satu kendala. Sebagian orang tua tidak memiliki kendaraan untuk mengantar anak-anak mereka ke sekolah yang lokasinya lebih jauh.