DELI SERDANG – Staf Ahli I Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Sumatera Utara, Titiek Sugiharti, mengajak para orang tua memperkuat karakter anak sejak dari lingkungan keluarga.
Menurutnya, keluarga menjadi tempat pertama bagi anak untuk mengenal nilai-nilai kehidupan yang akan membentuk kepribadiannya di masa depan.
Ajakan tersebut disampaikan saat menghadiri peringatan Hari Anak 2026 di Taman Buah Lubuk Pakam, Desa Sumbul, Kecamatan Sinembah Tanjung Muda Hilir, Kabupaten Deli Serdang, Kamis, 6 Agustus 2026.
Baca Juga: Polda Sumut Bongkar Sindikat Penipuan Online Internasional di Medan, Kerugian Korban Capai Rp6,7 Miliar "Keluarga merupakan tempat pertama dan utama bagi seorang anak untuk belajar. Dari keluarga anak-anak mengenal kasih sayang, mengenal nilai-nilai agama dan budi pekerti, disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap sesama," ujarnya.
Titiek menilai peran orang tua sangat penting dalam membentuk karakter anak.
Ia mengajak setiap orang tua untuk meluangkan waktu bersama anak, menjadi pendengar yang baik, memberikan pendampingan dengan sabar, serta menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, kebiasaan sederhana yang dilakukan di lingkungan keluarga merupakan investasi jangka panjang untuk membangun generasi penerus bangsa yang berkarakter.
Titiek juga mengatakan peringatan Hari Anak Nasional ke-42 menjadi pengingat bahwa setiap anak adalah amanah yang harus dijaga, dilindungi, dan dipenuhi hak-haknya.
"Anak bukan hanya penerus keluarga, tetapi juga penerus pembangunan bangsa. Masa depan Indonesia sangat ditentukan oleh bagaimana kita menyiapkan anak-anak hari ini. Setiap anak memiliki hak untuk hidup, tumbuh dan berkembang, memperoleh pendidikan yang layak, mendapatkan pelayanan kesehatan, merasa aman, serta terbebas dari segala bentuk kekerasan, diskriminasi, eksploitasi, maupun penelantaran," katanya.
Sementara itu, Ketua TP PKK Deli Serdang Jelita Asri Luddin Tambunan mengatakan peringatan Hari Anak Nasional tahun ini mengusung tema "Sayangi Anak, Lindungi Anak, Bangun Masa Depan Anak."
Menurut dia, makna tema tersebut diwujudkan melalui kasih sayang, perhatian, komunikasi yang baik, dan pola pengasuhan yang penuh cinta.
Selain itu, setiap anak juga berhak memperoleh hak-hak dasar, seperti identitas, pendidikan, gizi yang seimbang, hingga ruang bermain yang aman dan layak agar dapat tumbuh secara optimal.