TANJUNGBALAI – Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim memaparkan berbagai langkah Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungbalai dalam melakukan penataan kota saat menjadi narasumber dalam program Jurnal Nusantara yang disiarkan langsung Kompas TV, Selasa (4/8/2026).
Dalam dialog yang dipandu presenter Kompas TV Glenys Octania, Mahyaruddin menjelaskan bahwa Pemko Tanjungbalai saat ini tengah memfokuskan pembenahan infrastruktur melalui pengerukan dan normalisasi drainase di sejumlah titik rawan banjir.
Menurutnya, pengerjaan dilakukan di kawasan inti Kota Tanjungbalai, khususnya Jalan Jenderal Sudirman, serta sejumlah sungai di Kecamatan Datuk Bandar dan Datuk Bandar Timur yang selama ini kerap terdampak banjir kiriman.
Baca Juga: THM Digerebek Gara-gara Vape Narkoba, Pemkot Medan Kini Evaluasi Izin Operasionalnya "Pemerintah Kota Tanjungbalai saat ini terus berbenah melalui pengerukan dan normalisasi drainase serta sungai di sejumlah wilayah yang menjadi langganan banjir kiriman," ujar Mahyaruddin Salim.
Ia menegaskan, keberhasilan penataan kota tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan sinergi dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan agar pembangunan berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.
Menurut Mahyaruddin, kerja sama dengan berbagai stakeholder juga menjadi langkah strategis untuk memperkuat pengendalian pemanfaatan ruang sehingga pembangunan Kota Tanjungbalai dapat berlangsung secara berkelanjutan.
"Sinergi dan kolaborasi seluruh stakeholder sangat penting dalam memperkuat pengendalian pemanfaatan ruang sebagai fondasi pembangunan Kota Tanjungbalai di masa depan," katanya.
Selain normalisasi sungai dan drainase, Pemko Tanjungbalai juga melakukan penataan kawasan perdagangan, termasuk menertibkan pedagang di sekitar Lapangan Sultan Abdul Jalil Rahmadsyah dan Pasar Bahagia.
Langkah tersebut, kata Mahyaruddin, telah memberikan perubahan dengan menciptakan kawasan yang lebih bersih, rapi, nyaman, dan tertib bagi masyarakat maupun para pedagang.
Ia menambahkan, pembenahan juga diarahkan pada kawasan strategis dan daerah penyangga guna mencegah kerusakan lingkungan yang berpotensi memicu bencana.
"Kegiatan ini akan membawa manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mendukung kemajuan Kota Tanjungbalai secara berkelanjutan," ujarnya.
Mahyaruddin berharap berbagai program penataan yang tengah dijalankan dapat menjadi fondasi bagi terwujudnya Kota Tanjungbalai yang lebih tertata, modern, dan siap menghadapi tantangan pembangunan di masa mendatang.* (dh)