BANDA ACEH – Jumlah penduduk miskin di Aceh mengalami peningkatan setelah bencana banjir bandang dan longsor yang melanda sejumlah wilayah pada akhir November 2025 lalu.
Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh mencatat, jumlah warga miskin bertambah sekitar 10,4 ribu orang pada Maret 2026.
Secara persentase, tingkat kemiskinan di Aceh tercatat mencapai 12,34 persen, atau meningkat sebesar 0,12 persen dibandingkan September 2025.
Baca Juga: Ekonomi Sumatera Utara Tumbuh 5,06 Persen, Konsumsi Rumah Tangga Jadi Penopang Utama Kepala BPS Aceh Agus Andria mengatakan, total penduduk miskin di Tanah Rencong saat ini mendekati angka 714 ribu orang.
"Total warga miskin mendekati 714 ribu orang," ujar Agus Andria dalam konferensi pers virtual, Rabu (5/8/2026).
Menurut Agus, pendataan tersebut dilakukan pada Februari 2026, atau sekitar dua bulan setelah bencana banjir bandang dan longsor melanda Aceh.
Bencana tersebut berdampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat, terutama sektor pertanian yang menjadi salah satu sumber penghasilan utama warga.
BPS mencatat, sektor pertanian mengalami penurunan kinerja yang berpengaruh terhadap produksi sejumlah komoditas seperti padi, tanaman hortikultura, hingga hasil perkebunan.
Selain sektor pertanian, perlambatan ekonomi juga terjadi pada beberapa sektor lain, seperti real estate, administrasi pemerintahan, pendidikan, dan kesehatan.
Agus menjelaskan, kategori penduduk miskin ditentukan berdasarkan rata-rata pengeluaran per kapita setiap bulan yang berada di bawah garis kemiskinan.
Pada Maret 2026, garis kemiskinan Aceh tercatat sebesar Rp742.464 per kapita per bulan.
Angka tersebut mengalami kenaikan sebesar 3,83 persen dibandingkan September 2025.