MEDAN – Badan Pusat Statistik (BPS) bersama Komisi X DPR RI menggelar Focus Group Discussion (FGD) mengenai pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kota Medan, Selasa, 4 Agustus 2026.
Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan pentingnya sensus ekonomi kepada kalangan akademisi, khususnya mahasiswa, sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemahaman tentang data statistik.
FGD dibuka secara resmi oleh Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, dr. Sofyan Tan.
Baca Juga: Cetak Sejarah! Anggota DPRD Batu Bara Muhammad Ridwan Lantik Langsung Pengurus MPK SMA Negeri 1 Tanjung Tiram Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Bagian Umum BPS Provinsi Sumatera Utara Dadan Supriadi, Statistisi Ahli Utama BPS Misfaruddin, serta ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.
Pada sesi pemaparan, Deputi Bidang Statistik Produksi BPS RI M. Habibullah menjelaskan bahwa BPS memiliki peran penting sebagai penyedia data resmi pemerintah yang menjadi dasar penyusunan berbagai kebijakan nasional.
"Forum FGD ini diselenggarakan agar kalangan akademisi, khususnya mahasiswa, dapat memahami secara langsung cakupan tugas dan fungsi BPS," ujarnya.
Habibullah menjelaskan BPS secara rutin melaksanakan tiga sensus nasional, yaitu Sensus Penduduk yang digelar setiap tahun berakhiran angka nol, Sensus Pertanian pada tahun berakhiran angka tiga, dan Sensus Ekonomi pada tahun berakhiran angka enam.
Menurutnya, Sensus Ekonomi 2026 akan mendata seluruh unit usaha di Indonesia, mulai dari usaha rumah tangga, pelaku UMKM, hingga perusahaan berskala besar.
Jika pada Sensus Pertanian 2023 tercatat sekitar 29 juta unit usaha, maka pada Sensus Ekonomi 2026 diperkirakan terdapat sekitar 55 juta unit usaha yang akan didata.
Habibullah mengatakan hasil sensus memiliki manfaat besar untuk memetakan kondisi perekonomian nasional maupun daerah.
Data tersebut juga dapat digunakan untuk melihat perkembangan berbagai jenis usaha, potensi investasi, peluang bisnis, hingga menjadi bahan penelitian bagi kalangan akademisi.
Ia menegaskan data yang dikumpulkan BPS tetap menjaga kerahasiaan responden karena disajikan dalam bentuk data agregat, bukan data individu.