SIMALUNGUN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun terus mempercepat pemulihan wilayah terdampak banjir setelah Sungai Sikkam meluap dan merendam kawasan Pasar Bawah, Kelurahan Serbelawan, Kecamatan Dolok Batu Nanggar.
Sebagai bagian dari upaya pemulihan, Pemkab Simalungun menggelar gotong royong massal pada Minggu, 2 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut melibatkan personel TNI, Polri, organisasi kemasyarakatan, organisasi kepemudaan, serta masyarakat setempat.
Baca Juga: PD AIJ Sumut Targetkan Kembali Setor PAD pada 2026, Optimalkan Aset dan Perkuat Bisnis Percetakan Gotong royong difokuskan untuk membersihkan sisa material banjir, puing-puing bangunan, lumpur, dan sampah yang masih menutupi sejumlah titik, terutama di Lingkungan V Marihat Tengah yang menjadi salah satu wilayah terdampak paling parah.
Camat Dolok Batu Nanggar, Siti Aminah Siregar, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bentuk nyata kerja sama seluruh elemen masyarakat dalam mempercepat pemulihan pascabencana.
"Pada hari ketiga pasca banjir ini, kami bersama seluruh unsur melaksanakan gotong royong di Lingkungan V Marihat Tengah. Salah satu fokus utama adalah membersihkan material tembok penahan area pemakaman muslim yang roboh akibat derasnya arus banjir, hingga menutup sebagian badan jalan," jelas Siti Aminah.
Menurut dia, material batu dari tembok yang roboh tidak dibuang begitu saja.
Pecahan batu tersebut dimanfaatkan kembali untuk menimbun dan memperbaiki jalan yang rusak akibat terjangan banjir sehingga akses masyarakat dapat kembali digunakan.
"Selain membersihkan, pecahan batu tersebut kami manfaatkan untuk menimbun jalan yang rusak agar akses masyarakat dapat kembali dilalui dengan lebih aman," tambahnya.
Selain membersihkan puing dan memperbaiki jalan, petugas bersama warga juga mengangkut sampah yang terbawa arus banjir agar lingkungan kembali bersih dan masyarakat dapat beraktivitas seperti biasa.
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Simalungun memastikan kebutuhan dasar warga terdampak tetap terpenuhi.