MEDAN – Perusahaan Daerah (PD) Aneka Industri dan Jasa (AIJ) Sumatera Utara menargetkan kembali memberikan kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara pada 2026.
Target tersebut akan dicapai melalui penguatan kinerja bisnis, optimalisasi aset daerah, serta pengembangan sektor percetakan dan periklanan.
Direktur Utama PD AIJ Sumut, Swangro Lumbanbatu, mengatakan perusahaan daerah tersebut sudah sekitar 12 tahun belum memberikan kontribusi PAD kepada Pemprov Sumut.
Baca Juga: Bobby Nasution Ajak Generasi Muda Gelorakan Semangat Juang '45 Menuju Indonesia Emas 2045 "Berdasarkan data yang kami cek sebelumnya, kurang lebih 12 tahun PD AIJ belum pernah berkontribusi memberikan PAD. Mudah-mudahan tahun ini dengan dukungan semua pihak PD AIJ bisa menambah PAD Pemprov Sumut untuk masyarakat dan pembangunan Sumatera Utara," ujar Swangro Lumbanbatu dalam konferensi pers yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut di Lobby Dekranasda, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Nomor 30 Medan, Selasa, 4 Agustus 2026.
Swangro menjelaskan, ada tiga sektor utama yang menjadi fokus pengembangan perusahaan, yakni pengelolaan aset, percetakan, dan periklanan.
Ketiga sektor tersebut diharapkan menjadi sumber utama peningkatan pendapatan perusahaan.
Saat ini, PD AIJ mengelola 16 aset milik Pemerintah Provinsi Sumatera Utara yang sebelumnya tidak produktif.
Beberapa di antaranya adalah pabrik es batu, pabrik batu bata, bekas Bioskop Ria, serta sejumlah aset lainnya.
Menurut Swangro, aset-aset tersebut kini dikerjasamakan dengan pihak kedua dan pihak ketiga agar memiliki nilai ekonomi sekaligus memberikan pemasukan bagi daerah.
"Saat ini kita lakukan pengelolaan aset kepada pihak kedua dan ketiga, agar dapat menghasilkan PAD dan kini sudah berjalan baik dan aset-aset tersebut tidak terbengkalai lagi," kata Swangro.
Di sektor percetakan, PD AIJ memperluas kerja sama dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan perusahaan swasta.
Langkah ini dilakukan untuk memperbesar pasar sekaligus meningkatkan pendapatan perusahaan.