BATANG - Presiden Prabowo Subianto meresmikan pelaksanaan akad massal 62.710 unit Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi yang digelar serentak di Batang, Jawa Tengah, Kamis (30/7/2026). Program ini tersebar di 165 titik di 372 kabupaten/kota pada 36 provinsi di seluruh Indonesia, dengan 62.510 unit di antaranya berada di 14 provinsi dan 200 unit lainnya berlokasi di Puri Delta City Side.
Dalam sambutannya, Prabowo menegaskan bahwa penyediaan rumah layak menjadi salah satu prioritas pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia menyebut setiap warga negara berhak memiliki tempat tinggal yang layak, dan pemerintah akan terus memperluas akses kepemilikan rumah lewat berbagai program.
"Kita menghendaki seluruh warga Indonesia bisa punya rumah yang layak. Untuk itu kita bekerja keras dengan berbagai program dan terus memikirkan cara-cara terbaik untuk melipatgandakan jumlah rumah yang bisa dinikmati rakyat," ujar Prabowo.
Baca Juga: Prabowo Wanti-wanti: Perang Timur Tengah Bakal Makin Ngeri, RI Harus Siap Mental Meski capaian pembangunan perumahan saat ini dinilai patut diapresiasi, Prabowo mengakui kebutuhan rumah masyarakat masih sangat besar. Karena itu, pemerintah tengah mempelajari berbagai pendekatan inovatif, termasuk belajar dari negara lain yang dinilai berhasil mempercepat pembangunan perumahan.
Prabowo secara khusus menyinggung India yang mampu membangun sekitar 40 juta unit rumah dalam kurun 12 tahun. Ia menegaskan Indonesia tidak boleh ragu mempelajari praktik-praktik terbaik dari berbagai negara demi mempercepat pemenuhan kebutuhan rumah rakyat.
Presiden juga mengapresiasi sinergi antara Kementerian Perumahan, perbankan, BP Tapera, pengembang, hingga sektor swasta dalam mendukung program rumah subsidi ini, yang menurutnya mencerminkan semangat Indonesia Incorporated.
"Kuncinya adalah kerja sama. Kita semua berada dalam satu keluarga besar, satu kapal besar yang namanya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dengan saling percaya dan saling mendukung, kita akan mencapai hasil yang besar," katanya.
Di luar sektor perumahan, Prabowo turut mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan permukiman. Ia mengungkapkan pemerintah akan menggelar rapat khusus bersama para gubernur dan bupati untuk membahas program Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah), dengan target persoalan sampah bisa tertangani signifikan pada akhir 2027.
Ia juga meminta kepala daerah bersama TNI, Polri, dan seluruh pemangku kepentingan aktif mengawasi kebersihan lingkungan, sungai, serta kawasan permukiman. Pemerintah, kata dia, berencana memberi insentif berupa penghargaan dan dukungan anggaran bagi daerah yang berhasil menjaga kebersihan.
Di akhir sambutannya, Prabowo mengucapkan selamat kepada para penerima rumah subsidi dan mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung program tersebut.
"Saya ucapkan selamat kepada seluruh penerima rumah subsidi dan penghargaan kepada semua yang telah bekerja keras. Saya yakin arah kita sudah benar dan kita akan terus bekerja cepat untuk memberikan hasil nyata bagi rakyat Indonesia," tutup Prabowo.* (k/dh)