TANJUNGBALAI – Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim meminta Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pemberdayaan Masyarakat (DP3A-PM) Kota Tanjungbalai terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada calon pengantin.
Langkah tersebut dinilai penting untuk mendukung pelayanan publik yang lebih baik sekaligus menjadi bagian dari upaya pencegahan stunting sejak sebelum pernikahan.
Hal itu disampaikan saat Mahyaruddin Salim menggelar pertemuan sekaligus mendengarkan ekspose DP3A-PM mengenai standar operasional pelayanan pencatatan calon pengantin serta evaluasi dan peningkatan kualitas layanan yang akan dilakukan melalui perubahan Peraturan Wali Kota.
Baca Juga: Bupati Labusel Minta Puskesmas Tingkatkan Pelayanan, Tekankan Profesionalisme dan Sinergi Pertemuan berlangsung di ruang kerja Wali Kota Tanjungbalai, Selasa, 28 Juli 2026.
Dalam pemaparannya, DP3A-PM menjelaskan sejumlah langkah pembenahan pelayanan, mulai dari penyempurnaan alur pelayanan, penguatan edukasi pranikah, hingga pendataan calon pengantin.
Program tersebut juga diarahkan untuk mendukung upaya menekan angka stunting melalui pemeriksaan kesiapan calon pengantin serta verifikasi persyaratan administrasi pernikahan.
Wali Kota Mahyaruddin Salim menegaskan bahwa seluruh pelayanan harus diberikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan berpedoman pada standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan dalam Peraturan Wali Kota.
"Tingkatkan sinergitas dan jalin kerjasama yang baik antar OPD dan pihak yang berperan dalam pelayanan," ujarnya.
Menurut Mahyaruddin, kolaborasi antarlembaga menjadi kunci agar pelayanan kepada masyarakat berjalan lebih efektif, cepat, dan terpadu.
Dengan koordinasi yang baik, setiap tahapan pelayanan bagi calon pengantin diharapkan dapat berlangsung lebih tertib, mudah diakses, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Pemerintah Kota Tanjungbalai juga terus mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik melalui evaluasi terhadap berbagai program yang telah berjalan.
Upaya tersebut diharapkan mampu menghadirkan pelayanan yang semakin profesional, sekaligus memperkuat langkah pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan keluarga sejak masa pranikah.