LABUSEL – Bupati Labuhanbatu Selatan (Labusel), Fery Sahputra Simatupang, secara resmi membuka kegiatan Sosialisasi dan Simulasi Pemilihan Kepala Desa secara Elektronik (E-Voting) di Aula BappedaLitbang, Rabu, 29 Juli 2026.
Kegiatan ini menjadi langkah awal Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Selatan dalam mempersiapkan sistem pemilihan kepala desa yang lebih modern, transparan, dan akuntabel.
Acara tersebut dihadiri Wakil Bupati Syahdian Purba Siboro, Wakil Ketua DPRD Labusel M. Romadon Nasution dan Irmayanti Siregar, Sekretaris Daerah M. Reza Pahlevi Nasution, anggota DPRD Labusel, unsur TNI dan Polri, Kejaksaan, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), para camat, kapolsek, serta sejumlah undangan lainnya.
Baca Juga: Bupati Labusel Minta Puskesmas Tingkatkan Pelayanan, Tekankan Profesionalisme dan Sinergi Dalam sambutannya, Bupati Fery Sahputra Simatupang mengatakan pemilihan kepala desa merupakan salah satu bentuk nyata pelaksanaan demokrasi di tingkat desa.
Karena itu, setiap tahapan pelaksanaannya harus menjamin asas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil.
Menurutnya, perkembangan teknologi informasi perlu dimanfaatkan untuk menghadirkan tata kelola pemerintahan yang lebih modern, efektif, efisien, dan transparan.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui penerapan sistem pemungutan suara secara elektronik atau e-voting dalam pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades).
Bupati menjelaskan bahwa penerapan e-voting bukan sekadar mengikuti perkembangan teknologi, tetapi merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas demokrasi di tingkat desa.
Melalui sistem tersebut, proses pemungutan maupun penghitungan suara diharapkan berlangsung lebih cepat, akurat, transparan, meminimalkan potensi kesalahan manusia, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap hasil pemilihan.
Namun, menurut Bupati, keberhasilan pelaksanaan e-voting tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi.
Kesiapan penyelenggara, aparat desa, dan masyarakat sebagai pemilih juga menjadi faktor penting.
Oleh karena itu, sosialisasi dan simulasi ini digelar agar seluruh peserta memahami mekanisme penggunaan perangkat e-voting sebelum diterapkan pada Pilkades.