MEDAN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) menyatakan dukungan penuh terhadap gerakan penghijauan yang digagas Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) melalui rangkaian kegiatan Minggu Ekologi.
Program tersebut dinilai menjadi upaya nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan, memperkuat ketahanan ekosistem, serta meningkatkan kesadaran masyarakat untuk merawat alam.
Dukungan itu disampaikan Wakil Gubernur Sumatera Utara, Surya, saat menerima audiensi pengurus HKBP Pearaja Tarutung yang diwakili Kepala Departemen Marturia HKBP, Pendeta Bernard Manik, di ruang kerja Wakil Gubernur, Kantor Gubernur Sumatera Utara, Jalan Diponegoro Nomor 30, Medan, Selasa (28/7/2026).
Baca Juga: Bobby Nasution Minta OJK Sumut Perkuat Rekomendasi Strategis, Dorong Jamkrida Jadi Penggerak Pembiayaan UMKM Dalam pertemuan tersebut, pengurus HKBP memaparkan rencana pelaksanaan gerakan penanaman pohon yang akan melibatkan jemaat dan masyarakat di wilayah Tapanuli Raya.
Program ini diharapkan mampu menjaga kawasan resapan air, mengurangi dampak perubahan iklim, sekaligus memberikan manfaat bagi kelestarian lingkungan.
Wakil Gubernur Surya menyambut baik inisiatif tersebut.
Menurutnya, gerakan penanaman pohon merupakan bentuk kepedulian nyata terhadap masa depan lingkungan hidup.
"Gerakan penanaman pohon merupakan langkah nyata dalam menjaga lingkungan. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mengapresiasi dan mendukung penuh inisiatif HKBP yang mengajak masyarakat bersama-sama merawat alam demi keberlanjutan bagi generasi mendatang," ujar Surya.
Surya menegaskan, pelestarian lingkungan tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata.
Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, lembaga keagamaan, dunia usaha, hingga masyarakat agar upaya menjaga hutan dan ekosistem dapat berjalan lebih efektif.
Menurutnya, sinergi seperti ini diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap kelestarian lingkungan di Sumatera Utara sekaligus mengurangi risiko bencana akibat kerusakan alam.
Sementara itu, Kepala Departemen Marturia HKBP, Pendeta Bernard Manik, mengatakan HKBP kembali menggelar rangkaian kegiatan Minggu Ekologi sebagai bentuk komitmen gereja dalam menjaga lingkungan hidup dan mendukung mitigasi bencana.