BANDA ACEH – Pemerintah Aceh mendapat dukungan anggaran sebesar Rp2,5 triliun dari Kementerian Pertanian (Kementan) untuk pemulihan lahan pertanian dan perkebunan yang terdampak bencana hidrometeorologi.
Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem mengapresiasi langkah Kementerian Pertanian tersebut.
Ia meminta agar anggaran yang telah dialokasikan dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk membantu petani dan pekebun yang terdampak bencana.
Baca Juga: Bawa Harapan Baru, Kahiyang Ayu Serahkan 62 Kursi Roda Adaptif untuk Anak Penyandang Cerebral Palsy di Simalungun "Saya berterimakasih kepada Menteri Pertanian (Andi Amran Sulaiman), dan saya harap dimanfaatkan secara maksimal untuk pemulihan sawah dan kebun," kata Mualem melalui Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi, di Banda Aceh, Senin, 27 Juli 2026.
Nurlis menjelaskan, Gubernur Aceh sebelumnya telah menerima laporan terkait perkembangan pemanfaatan anggaran serta proses pemulihan lahan pertanian dan perkebunan dari Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Azanuddin Kurnia.
Laporan tersebut disampaikan kepada Mualem pada Kamis, 23 Juli 2026.
Menurut Azanuddin, alokasi anggaran tersebut berasal dari usulan Pemerintah Aceh bersama pemerintah kabupaten dan kota.
Dana tersebut akan digunakan untuk sejumlah kebutuhan pemulihan, mulai dari perbaikan lahan, penyediaan alat pertanian, hingga bantuan benih padi dan jagung.
Berdasarkan laporan tersebut, bencana hidrometeorologi telah menyebabkan kerusakan pada sekitar 57.485 hektare lahan sawah di Aceh.
Saat ini, pemerintah sedang melakukan upaya optimasi lahan seluas 40.852 hektare.
Sementara untuk sektor perkebunan, luas lahan yang terdampak mencapai 60.438 hektare.
Dari jumlah tersebut, proses pemulihan sedang dilakukan terhadap sekitar 40.418 hektare lahan.