TANJUNGBALAI – Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungbalai menggelar prosesi adat Upah-upah dan Tepung Tawar untuk menyambut Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Tanjungbalai Asahan (TBA), Letkol Laut (P) Sigit Ryanto beserta istri, Ny. Rika Sigit Ryanto. Tradisi budaya Melayu tersebut menjadi simbol doa, penghormatan, sekaligus penguatan sinergi antara pemerintah daerah dan TNI AL.
Kegiatan berlangsung di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Tanjungbalai, Selasa (21/7/2026) malam, dan dihadiri Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim, Wakil Wali Kota Muhammad Fadly Abdina, unsur Forkopimda, pimpinan instansi vertikal, kepala OPD, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, insan pers, serta keluarga besar Lanal Tanjungbalai Asahan.
Dalam sambutannya, Wali Kota Mahyaruddin Salim mengucapkan selamat datang kepada Letkol Laut (P) Sigit Ryanto di Kota Tanjungbalai yang dikenal sebagai salah satu daerah pesisir di kawasan Selat Malaka dengan mayoritas masyarakat berprofesi sebagai nelayan.
Baca Juga: Pemko Tanjungbalai Gandeng BRIN Kaji Potensi PAD, Siapkan Strategi Dongkrak Pendapatan Daerah Mahyaruddin juga memaparkan sejumlah program prioritas Pemerintah Kota Tanjungbalai untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, di antaranya pengembangan sentra perikanan modern di Pulau Buaya sebagai pusat aktivitas perikanan yang lebih tertata.
Selain itu, Pemko Tanjungbalai juga terus mendorong pengerukan Sungai Asahan guna memperlancar jalur pelayaran kapal, mendukung aktivitas perdagangan ekspor-impor, mengoptimalkan Tempat Pelelangan Ikan (TPI), serta meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor perikanan.
Menurut Mahyaruddin, kolaborasi yang selama ini terjalin antara Pemko Tanjungbalai dan Lanal TBA diharapkan semakin kuat dalam mendukung keamanan wilayah perairan sekaligus pembangunan daerah.
"Dengan kepemimpinan dan semangat baru dari Danlanal TBA, kami optimistis kemitraan strategis ini akan semakin kuat, solid, serta memberikan dampak positif dalam bidang pertahanan laut, penegakan hukum di perairan, hingga kegiatan sosial bagi masyarakat pesisir," ujar Mahyaruddin.
Ia menambahkan, tradisi Upah-upah dan Tepung Tawar merupakan warisan budaya Melayu yang mengandung makna doa, rasa syukur, serta harapan agar hubungan persaudaraan terus terjalin erat.Sementara itu, Danlanal Tanjungbalai Asahan Letkol Laut (P) Sigit Ryanto mengaku terharu atas penyambutan yang diberikan Pemerintah Kota Tanjungbalai beserta masyarakat.
Menurutnya, prosesi Tepung Tawar bukan sekadar tradisi seremonial, tetapi menjadi simbol doa dan ikatan persaudaraan yang sangat bermakna.
"Kami memaknai tradisi tepung tawar sebagai doa yang tulus, suntikan semangat, sekaligus pengikat tali silaturahmi yang begitu kuat dari masyarakat Tanjungbalai. Kami benar-benar merasa diterima sebagai bagian dari keluarga besar masyarakat Tanjungbalai," kata Sigit Ryanto.
Ia menegaskan Lanal Tanjungbalai Asahan siap terus bersinergi dengan Pemerintah Kota Tanjungbalai dalam menjaga keamanan wilayah perairan, mendukung program pembangunan daerah, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
"Lanal
Tanjungbalai Asahan akan senantiasa hadir menjaga stabilitas keamanan perairan dan kedaulatan wilayah kerja kami, sekaligus mendukung pembangunan daerah serta melayani masyarakat dengan sepenuh hati," ujarnya.