MEDAN – Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Kahiyang Ayu membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) PKK Kabupaten/Kota se-Sumut sebagai langkah meningkatkan kapasitas dan kompetensi pengurus serta kader PKK di seluruh daerah.
Kegiatan yang berlangsung pada 21–23 Juli 2026 di Hotel Grand Aston tersebut menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi, menyatukan langkah, serta meningkatkan kualitas pelaksanaan program PKK di tingkat kabupaten/kota.
Bimtek tersebut dihadiri Staf Ahli I TP PKK Sumut Titiek Sugiharti serta seluruh Ketua TP PKK Kabupaten/Kota se-Sumatera Utara.
Baca Juga: Tiga Pejabat Kabupaten Asahan Ikuti PKN Tingkat II 2026, Perkuat Kepemimpinan Hadapi Bencana dan Daya Saing Daerah Dalam sambutannya, Kahiyang Ayu berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan kegiatan tersebut dengan maksimal dan menyerap berbagai pengetahuan yang diberikan oleh para narasumber.
"Harapan terlaksananya Bimtek ini, ilmu yang diberikan oleh narasumber dapat diserap sebanyak-banyaknya oleh seluruh peserta," kata Kahiyang, Selasa malam (21/7/2026).
Menurut Kahiyang, kegiatan Bimtek tidak hanya menjadi ruang pembelajaran, tetapi juga sebagai wadah memperluas wawasan, memperkuat koordinasi antar pengurus, serta membangun komitmen bersama dalam menjalankan program PKK di daerah masing-masing.
Dalam kesempatan tersebut, Kahiyang juga memperkenalkan Sistem Informasi Pelaporan dan Data (SIPANDA) yang telah diluncurkan TP PKK Sumut.
Aplikasi berbasis digital itu dirancang untuk mendukung tertib administrasi, mempercepat proses pelaporan kegiatan, serta mendorong penerapan sistem kerja tanpa kertas (paperless) bagi pengurus PKK mulai tingkat kabupaten/kota hingga kelurahan.
"Kepada narasumber, saya juga menyampaikan apresiasi dan terimakasih yang sudah berbagi pengetahuan kepada kita," ujarnya.
Sementara itu, narasumber dari Direktorat Fasilitasi Lembaga Kemasyarakatan dan Adat Desa, Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga, serta Pos Pelayanan Terpadu, Nitta Rosalin, memberikan pemaparan mengenai Gerakan PKK, tugas dan fungsi organisasi, hingga mekanisme kelembagaan PKK.
Dalam pemaparannya, Nitta menjelaskan bahwa PKK merupakan salah satu organisasi kemasyarakatan dengan jaringan paling luas di Indonesia.
Sejak dibentuk pada 1967, PKK menjadi organisasi yang memiliki jangkauan hingga tingkat keluarga.