BALIGE – Tiga pejabat Pemerintah Kabupaten Asahan mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XII Tahun 2026 yang diselenggarakan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Sumatera Utara.
Program ini bertujuan memperkuat kapasitas kepemimpinan strategis dalam menghadapi tantangan pembangunan, khususnya penanggulangan bencana dan peningkatan daya saing daerah.
PKN Tingkat II tahun ini mengangkat tema "Kepemimpinan Adaptif dalam Transformasi Tata Kelola Penanggulangan Bencana untuk Mewujudkan Resiliensi dan Daya Saing Daerah."
Baca Juga: Bupati Fery Tutup Pameran Pembangunan HUT ke-18 Labuhanbatu Selatan, Ribuan Warga Bertahan Meski Diguyur Hujan Tema tersebut menekankan pentingnya kepemimpinan yang mampu mengambil keputusan strategis, membangun kolaborasi, dan menjaga keberlanjutan pembangunan di tengah ancaman bencana hidrometeorologi.
Bencana hidrometeorologi dinilai tidak hanya menyebabkan kerusakan infrastruktur, tetapi juga berdampak terhadap aktivitas ekonomi, investasi, pelayanan publik, konektivitas wilayah, hingga keberlanjutan pembangunan.
Karena itu, diperlukan pemimpin yang adaptif agar proses pemulihan tidak hanya mengembalikan kondisi seperti semula, tetapi juga meningkatkan ketangguhan daerah.
PKN Tingkat II Angkatan XII Tahun 2026 diikuti pejabat pimpinan tinggi pratama dari berbagai instansi, di antaranya Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, pemerintah kabupaten dan kota di Sumatera Utara, Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Pemerintah Kabupaten Kepahiang, serta instansi vertikal termasuk Kejaksaan Agung Republik Indonesia.
Rangkaian pelatihan diawali dengan pendalaman materi mengenai kepemimpinan strategis, analisis lingkungan organisasi, hingga penyusunan gagasan perubahan yang akan diterapkan di instansi masing-masing.
Sebagai bagian dari proses pembelajaran, peserta mengikuti Visitasi Kepemimpinan Nasional (VKN) yang berlangsung pada 20–23 Juli 2026 di Kabupaten Tapanuli Selatan.
Dalam kegiatan tersebut, Kelompok 3 di bawah bimbingan Dr. Hyronimus Ghodang, M.Si., M.Psi. mempelajari subtema "Kolaborasi Multipihak untuk Daya Saing Daerah" dengan lokus pembelajaran di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Tapanuli Selatan.
Melalui visitasi tersebut, peserta mempelajari bagaimana pemerintah daerah merespons dampak bencana melalui kolaborasi lintas sektor.
Mereka juga mengamati upaya mengintegrasikan program rehabilitasi dan rekonstruksi ke dalam perencanaan pembangunan agar pemulihan berjalan berkelanjutan.