MEDAN — Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution membawa sejumlah agenda strategis saat menjalankan komitmen berkantor di Kepulauan Nias.
Fokus utama diarahkan pada percepatan pembangunan di berbagai sektor, mulai dari infrastruktur, pendidikan, kesehatan, pariwisata, hingga penguatan ketahanan logistik masyarakat kepulauan.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sumut Erwin Hotmansah Harahap mengatakan, kehadiran Gubernur Bobby Nasution di Kepulauan Nias merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk melihat langsung kebutuhan masyarakat sekaligus mempercepat penyelesaian berbagai persoalan pembangunan.
Baca Juga: Pemprov Sumut Perkuat Layanan Kesehatan Nias Utara, RSUD Tafaeri Diproyeksikan Naik Kapasitas Menurut Erwin, ada tiga sektor utama yang menjadi perhatian pemerintah provinsi, yakni pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan, pemerataan fasilitas pendidikan, serta peningkatan pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat.
"Pak Gubernur memfokuskan akselerasi pembangunan pada tiga sektor krusial, yakni percepatan infrastruktur jalan dan jembatan, pemerataan fasilitas pendidikan, serta penguatan pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat kepulauan," kata Erwin, Selasa (21/7/2026).
Di sektor infrastruktur, Pemprov Sumut memastikan rekonstruksi ruas jalan strategis yang menghubungkan Kabupaten Nias Selatan dan Nias Barat melalui jalur pantai barat mulai dikerjakan pada Agustus 2026.
Kepastian tersebut diperoleh setelah Bobby Nasution melakukan peninjauan langsung kondisi jalan dari Desa Silimbowo Siwalawa, Kecamatan Lolowau, hingga Kecamatan Sirombu.
Hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi jalan mengalami kerusakan cukup parah dan selama ini menjadi hambatan bagi aktivitas masyarakat, terutama dalam mobilitas ekonomi dan pelayanan publik.
Pada tahap awal, pemerintah memprioritaskan pembangunan sepanjang 2,3 kilometer ruas jalan tersebut.
Selain jalan, Bobby juga menerima aspirasi masyarakat terkait pembangunan jaringan irigasi untuk mendukung sektor pertanian.
Sekitar 500 hektare lahan sawah di wilayah tersebut membutuhkan dukungan pengairan karena sebagian saluran irigasi tidak lagi berfungsi maksimal.
Sementara di Kota Gunungsitoli, Pemprov Sumut memastikan perbaikan lantai Jembatan Sungai Mo'awo di Jalan Yos Sudarso mulai dilakukan tahun ini.